
Lahan gambut yang hangus menyisakan arang di kawasan Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.(Dok M Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)
JawaPos.com - Pemadaman kebakaran hutan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan akhirnya mendapat bantuan dari alam. Guyuran hujan deras yang merata sukses memadamkan sebaran titik api yang berbulan-bulan mengepung daerah ini.
Dikutip dari Radar Banjarmasin pada Senin (2/11), hingga penghujung Oktober 2026, kemunculan titik panas (hotspot) anjlok drastis. Satgas Darat bahkan tidak lagi menemukan adanya titik api baru yang menyala.
Meski langit mulai bersih dari kepungan asap, kerusakan di darat telah mencapai level masif. Berdasarkan pemetaan dan rekapitulasi resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, total luasan lahan yang terdampak kebakaran hutan sepanjang musim kemarau ini tercatat mencapai 6.700,57 hektare.
Angka kerusakan tersebut merata dan meninggalkan jejak arang di 147 desa yang tersebar di 19 kecamatan.
Dari rekapitulasi itu, Kecamatan Gambut mencatatkan rekor wilayah dengan tingkat kehancuran terparah. Luas lahan yang terbakar di kawasan ini menembus 1.906,72 hektare. Menyusul di posisi kedua adalah Kecamatan Cintapuri Darussalam dengan luasan 1.717,50 hektare, disusul Martapura Barat (668,50 hektare), Beruntung Baru (563,50 hektare), dan Sungai Tabuk (505,33 hektare).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha mengakui bahwa anomali cuaca berupa curah hujan tinggi menjadi faktor paling determinan dalam memadamkan Kebakaran hutan secara alami. "Alhamdulillah, hujan yang turun cukup deras dan merata sangat membantu memadamkan titik api," ungkap Wasis.
Ia memastikan hasil patroli dan pemantauan hingga akhir pekan menunjukkan grafik kebakaran yang terjun bebas. Tingginya intensitas hujan di berbagai kecamatan sukses menekan potensi kebakaran susulan yang biasanya menjalar lewat gambut kering.
Ironi Banpres Rp 20 Miliar dan Krisis Air
Padamnya kebakaran hutan oleh guyuran hujan ini menjadi ironi tersendiri di tengah lambannya birokrasi penanganan darurat. Seperti diketahui, Pemkab Banjar baru saja menerima suntikan dana Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp20 miliar untuk penanggulangan kebakaran hutan.
Namun, kucuran dana yang disalurkan melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT) itu hingga kini belum bisa dieksekusi oleh pasukan di lapangan."Saat ini memang belum digunakan karena masih dalam tahap perencanaan. Kalau bisa, minggu depan sudah dapat kita akses," ungkap Wasis sebelumnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022