Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 November 2026 | 13.45 WIB

Meski Kebakaran Hutan Padam Kena Guyuran Hujan, Warga Hadapi Krisis Berikutnya Soal Air Bersih

Lahan gambut yang hangus menyisakan arang di kawasan Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.(Dok M Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin) - Image

Lahan gambut yang hangus menyisakan arang di kawasan Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.(Dok M Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)

JawaPos.com - Pemadaman kebakaran hutan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan akhirnya mendapat bantuan dari alam. Guyuran hujan deras yang merata sukses memadamkan sebaran titik api yang berbulan-bulan mengepung daerah ini.

Dikutip dari Radar Banjarmasin pada Senin (2/11), hingga penghujung Oktober 2026, kemunculan titik panas (hotspot) anjlok drastis. Satgas Darat bahkan tidak lagi menemukan adanya titik api baru yang menyala.

Meski langit mulai bersih dari kepungan asap, kerusakan di darat telah mencapai level masif. Berdasarkan pemetaan dan rekapitulasi resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, total luasan lahan yang terdampak kebakaran hutan sepanjang musim kemarau ini tercatat mencapai 6.700,57 hektare.

Angka kerusakan tersebut merata dan meninggalkan jejak arang di 147 desa yang tersebar di 19 kecamatan.

Dari rekapitulasi itu, Kecamatan Gambut mencatatkan rekor wilayah dengan tingkat kehancuran terparah. Luas lahan yang terbakar di kawasan ini menembus 1.906,72 hektare. Menyusul di posisi kedua adalah Kecamatan Cintapuri Darussalam dengan luasan 1.717,50 hektare, disusul Martapura Barat (668,50 hektare), Beruntung Baru (563,50 hektare), dan Sungai Tabuk (505,33 hektare).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha mengakui bahwa anomali cuaca berupa curah hujan tinggi menjadi faktor paling determinan dalam memadamkan Kebakaran hutan secara alami. "Alhamdulillah, hujan yang turun cukup deras dan merata sangat membantu memadamkan titik api," ungkap Wasis.

Ia memastikan hasil patroli dan pemantauan hingga akhir pekan menunjukkan grafik kebakaran yang terjun bebas. Tingginya intensitas hujan di berbagai kecamatan sukses menekan potensi kebakaran susulan yang biasanya menjalar lewat gambut kering.

Ironi Banpres Rp 20 Miliar dan Krisis Air

Padamnya kebakaran hutan oleh guyuran hujan ini menjadi ironi tersendiri di tengah lambannya birokrasi penanganan darurat. Seperti diketahui, Pemkab Banjar baru saja menerima suntikan dana Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp20 miliar untuk penanggulangan kebakaran hutan.

Namun, kucuran dana yang disalurkan melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT) itu hingga kini belum bisa dieksekusi oleh pasukan di lapangan."Saat ini memang belum digunakan karena masih dalam tahap perencanaan. Kalau bisa, minggu depan sudah dapat kita akses," ungkap Wasis sebelumnya.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore