Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Ilham Safutra
Selasa, 20 Oktober 2026 | 21.15 WIB

Relawan: Kami Masih Sibuk Pemadaman dan Rescue Satwa Terdampak Karhutla

Kemenhut memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan nomor call center. (Dok. Kemenhut) - Image

Kemenhut memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan nomor call center. (Dok. Kemenhut)

JawaPos.com - Relawan yang terlibat dalam penanganan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyayangkan ramainya narasi soal pertemuan daring Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. 

Paulinus Kristanto, pendiri Conservation Action Network (CAN) Borneo, relawan yang juga terlibat dalam penanganan karhutla mengatakan, saat ini relawan masih berfokus pada pemadaman kebakaran dan penyelamatan satwa terdampak karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Tetapi kenapa perhatian publik justru ramai tertuju pada rekaman Zoom dan rangkuman pertemuan dengan Menhut Raja Juli.

"Kami masih sibuk pemadaman, rescue satwa terdampak karhutla, kenapa malah ramai soal rekaman Zoom dan rangkuman pertemuan dengan Menteri Kehutanan," tulis Paulinus dalam akun instagramnya yang dikutip pada Selasa (20/10).

Dia menjelaskan, pertemuan itu bermula ketika sejumlah relawan menghubungi dirinya untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi selama bertugas. Keluhan itu mencakup kendala koordinasi di lapangan, kebutuhan peralatan, logistik, hingga biaya operasional.

Lantas Paulinus meneruskan berbagai persoalan itu kepada rekan-rekannya di Kementerian Kehutanan (Kemenhut). 

Di saat bersamaan, Menhut Raja Juli masih berada di Palangka Raya dan bersedia mendengarkan langsung masukan para relawan melalui pertemuan daring pada 12 Oktober 2026, sembari menunggu kunjungan ke Tanjung Puting.

Dalam pertemuan itu sejumlah kebutuhan penanganan karhutla dibahas, termasuk usulan pembangunan flying camp agar tim lebih dekat dengan titik api. Relawan juga mendorong penguatan koordinasi antara relawan, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, dan BPBD melalui posko induk di Pangkalan Bun. 

Selain itu, Paulinus menyampaikan keluhan seorang relawan yang tidak dapat mengikuti pertemuan. Berdasarkan informasi yang dia diterima, perusahaan di sekitar kawasan belum memberikan bantuan yang diminta karena masih menangani kebakaran di lahan mereka sendiri.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore