Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 18.56 WIB

Tinta Emas yang Ditorehkan Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani Selama Memimpin BULOG

Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani. (Dok. BULOG) - Image

Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani. (Dok. BULOG)

JawaPos.com – Lima belas bulan menakhodai Perum BULOG, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. menorehkan babak penting dalam perjalanan panjang perusahaan pangan negara.

Sejak dipercaya memimpin BULOG pada 3 Juli 2025, pengalaman panjangnya sebagai prajurit Korps Zeni dibawa menuju medan pengabdian baru menjaga pangan negeri. Bila dahulu tugasnya membuka jalan, membangun jembatan, dan menyambungkan wilayah yang terputus, kini jembatan yang dibangun membentang dari sawah petani, penggilingan, gudang BULOG, hingga akhirnya pangan sampai ke meja masyarakat. Ahmad Rizal tercatat sebagai lulusan Akademi Militer 1993 dengan latar belakang Zeni Tempur.

Perjalanan itu menjadi metafora kuat bagi transformasi pengabdiannya. Seorang prajurit Zeni ditempa untuk menemukan jalan ketika jalan seolah tertutup. Sementara di BULOG, tantangannya adalah memastikan setiap bulir yang dihasilkan petani memiliki jalan menuju negara dan setiap cadangan yang dikelola negara memiliki jalan menuju rakyat.

Disiplin, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bergerak di lapangan, dan kekuatan kolaborasi menjadi napas kepemimpinan yang dibawanya. Bagi Ahmad Rizal, pangan bukan semata persoalan tonase, gudang, atau distribusi, melainkan mata rantai kehidupan yang menghubungkan jerih payah petani dengan kebutuhan jutaan keluarga Indonesia.

Jejak itu mulai terlihat kuat sepanjang 2025. BULOG mencatat pengadaan dalam negeri mencapai 3 juta ton setara beras, menjadi salah satu capaian tertinggi sepanjang sejarah BULOG sejak berdiri pada 1968. Penguatan penyerapan produksi petani tersebut berjalan beriringan dengan capaian nasional ketika pemerintah menyatakan Indonesia berhasil mewujudkan swasembada pangan pada 2025.

Khusus untuk komoditas beras, kebutuhan beras medium nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri tanpa bergantung pada impor beras medium. Posisi ini sekaligus menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan swasembada pada 2026, seiring produksi dalam negeri dan cadangan beras pemerintah yang tetap berada pada level kuat.

Momentum tersebut semakin menguat sepanjang 2026. Di tengah besarnya produksi petani dalam negeri, BULOG terus hadir sebagai penyerap hasil panen sekaligus penjaga Cadangan Beras Pemerintah. Pengadaan domestik yang semakin masif memperbesar ruang bagi hasil produksi petani Indonesia untuk terserap ke dalam sistem pangan nasional. Pada saat yang sama, kuatnya produksi dan cadangan nasional turut memperkokoh kemandirian pangan Indonesia sehingga kebutuhan beras masyarakat dapat terus dipenuhi dengan mengutamakan produksi dalam negeri.

Puncak tinta emas itu kembali ditorehkan pada September 2026. BULOG berhasil menembus 4 juta ton pengadaan gabah dan beras dalam negeri setara beras, memenuhi 100 persen target pemerintah ketika tahun masih menyisakan sekitar tiga bulan. Angka tersebut melampaui capaian tahun sebelumnya dan menjadi pengadaan setara beras tertinggi sepanjang sejarah BULOG berdiri. Lebih dari sekadar memecahkan rekor, capaian 4 juta ton menunjukkan kemampuan BULOG memperbesar daya serap terhadap produksi petani dalam negeri, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah, sekaligus memberikan kepastian bahwa hasil kerja petani memiliki ruang yang semakin besar dalam sistem pangan nasional.

Penguatan kinerja operasional tersebut juga berjalan beriringan dengan kesehatan perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per September 2026, kinerja keuangan BULOG tercatat positif sebesar Rp2,4 triliun. Capaian ini menjadi bagian penting dari transformasi BULOG karena keberhasilan menjalankan penugasan publik harus tetap ditopang oleh tata kelola dan fundamental keuangan yang sehat. Dengan demikian, kekuatan BULOG tidak hanya tercermin dari besarnya volume pengadaan dan stok yang dikelola, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kesinambungan usaha agar dapat terus menjalankan perannya sebagai instrumen negara di bidang pangan.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore