
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Malang Bambang Suryanto mempersiapkan materi jelang keikutsertaannya sebagai panelis dalam forum Bincang Bisnis Bersama Dahlan Iskan: Kolaborasi Bisnis Menuju Malang Raya Megapolitan. (Istimewa).
JawaPos.com – Konsep megapolitan untuk Malang Raya dinilai tidak cukup hanya bertumpu pada konektivitas infrastruktur fisik. Kalangan dunia usaha menilai pembangunan kawasan membutuhkan ekosistem yang terintegrasi agar pelaku UMKM, korporasi, tenaga kerja, dan pemerintah dapat tumbuh beriringan.
Gagasan strategis tersebut disiapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Malang Bambang Suryanto jelang keikutsertaannya sebagai panelis dalam forum Bincang Bisnis Bersama Dahlan Iskan: Kolaborasi Bisnis Menuju Malang Raya Megapolitan. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Arjuno Bakorwil III Malang, Kamis (10/9/2026).
Bambang menyiapkan lima fokus utama untuk mendongkrak ekonomi kawasan. Pertama, keterlibatan aktif pemerintah daerah se-Malang Raya dalam satu program terintegrasi guna mengikis ego sektoral. Kedua, penguatan UMKM lewat kemudahan perizinan serta perluasan akses pasar agar pelaku usaha kecil mampu naik kelas. Ketiga, percepatan transformasi teknologi termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) melalui pelatihan terarah bagi tenaga kerja dan pelaku usaha lokal.
Fokus keempat, Bambang mengusung konsep migrantpreneur dengan merangkul Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pengalaman, keterampilan, dan jejaring modal yang diperoleh purna-PMI di luar negeri dinilai menjadi modal kuat untuk merintis usaha baru di daerah asal. Terakhir, penguatan jaringan bisnis lintas sektor lewat forum pertemuan rutin antarpelaku usaha.
“Kolaborasi lintas sektor dan adaptasi terhadap teknologi seperti AI serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah kunci utama jika kita ingin benar-benar bertransformasi menjadi kawasan Megapolitan yang berdaya saing,” ujar Bambang.
Arah pemikiran Kadin ini sejalan dengan cetak biru yang dirancang Bakorwil III Jawa Timur. Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar sebelumnya menegaskan bahwa konsep megapolitan bukan sekadar memperluas kawasan perkotaan, melainkan membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung dengan memaksimalkan potensi tiap wilayah.
“Kami mulai menancapkan fondasi pembangunan Malang Raya yang terkoneksi dengan Jalur Lintas Selatan. Arahnya sudah selaras dengan kebijakan nasional maupun provinsi,” kata Asep.
Forum bisnis yang dimoderatori Dahlan Iskan ini digelar dalam rangkaian peringatan ulang tahun ke-2 Disway Malang. Selain Bambang Suryanto dan Asep Kusdinar, dialog ini turut menghadirkan Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki dan CEO COOSAE Rakhmad Hardiyanto.
Acara yang dijadwalkan dihadiri jajaran kepala daerah se-Malang Raya, akademisi, dan pimpinan asosiasi usaha ini akan dibuka dengan kegiatan senam pagi bersama sebelum memasuki agenda utama pembahasan ekonomi kawasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
