Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 22.50 WIB

Mentrans Soroti Layanan Publik di Kawasan Transmigrasi, ITS Bawa Solusi Digital

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanegara/(Istimewa) - Image

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanegara/(Istimewa)

JawaPos.com – Pemerintah mendorong Tim Ekspedisi Patriot (TEP) membuat pelayanan publik di kawasan transmigrasi yang selama ini membuat masyarakat kesulitan.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pelayanan harus semakin dekat dengan warga, salah satunya melalui inovasi digital yang dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot ITS di Ransiki, Manokwari Selatan.

Inovasi TEP ITS di Ransiki menjadi gambaran bagaimana transformasi transmigrasi menghadirkan peran baru perguruan tinggi di kawasan transmigrasi.

Kehadiran para akademisi tidak berhenti pada penelitian, tetapi diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Inilah makna bakti Tim Ekspedisi Patriot. Kami ingin ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di kampus atau dalam laporan penelitian, tetapi hadir menjawab persoalan masyarakat. Kalau warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan bisa mendapatkan akses pelayanan yang lebih mudah melalui teknologi, maka itulah manfaat nyata yang ingin kita hadirkan,” ujar Iftitah dalam keterangannya dikutip Kamis (3/9).

Menurutnya, transformasi transmigrasi bukan semata membangun kawasan secara fisik, melainkan juga membangun kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi.

Selain itu Iftitah menambahkan ke depan, kawasan transmigrasi harus menjadi ruang kolaborasi dan pusat lahirnya inovasi. Pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat harus bekerja bersama agar pembangunan benar-benar menghadirkan perubahan.

“Prinsipnya sederhana: pelayanan pemerintah harus semakin dekat dengan rakyat, bukan rakyat yang terus dipaksa jauh-jauh mendekati pusat pelayanan,” tegas Menteri Iftitah.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITS, Yogantara Setya Dharmawan, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat di kawasan transmigrasi Ransiki yang masih menghadapi tantangan jarak dan akses dalam memperoleh pelayanan administrasi kependudukan.

“Kami melihat masyarakat tidak seharusnya selalu menempuh perjalanan jauh hanya untuk memulai pengurusan dokumen kependudukan. Karena itu, kami mencoba menghadirkan sistem yang sederhana dan mudah diakses melalui telepon seluler, sehingga teknologi dapat membantu mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” kata Yogantara dalam keterangannya, Rabu (2/9).

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore