Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Agustus 2026 | 21.20 WIB

Curhat Guru Korban Gempa NTT: Saya Lari 100 Meter Tak Sadar Sudah Luka-luka

Guru korban gempa bumi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Maria Epivania Getrudis, menceritakan pengalaman mencekam saat gempa terjadi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. (Kemendikdasmen) - Image

Guru korban gempa bumi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Maria Epivania Getrudis, menceritakan pengalaman mencekam saat gempa terjadi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. (Kemendikdasmen)

JawaPos.com - Guru korban gempa bumi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Maria Epivania Getrudis, menceritakan pengalaman mencekam saat gempa terjadi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Ia mengaku berlari sekitar 100 meter menuju tempat aman tanpa menyadari dirinya sudah mengalami luka.

“Kami langsung lari keluar. Kami tidak melihat lagi apa yang kami injak. Sempat jatuh karena ada tangga, tetapi tetap lari sekitar 100 meter sampai ke tempat kosong,” tutur Maria saat bertemu Mu'ti di SD Inpres Ngelapadhi, Kabupaten Ngada, Selasa (25/8).

Maria merupakan guru dari TKN Libunio yang menjadi salah satu korban luka dalam gempa. Ia menuturkan, saat gempa terjadi, dirinya dan suami sedang tertidur sebelum terbangun oleh teriakan anggota keluarga yang memperingatkan adanya gempa.

Keduanya langsung berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah. Dalam kondisi panik dan gelap, Maria tidak lagi memperhatikan pijakan hingga sempat terjatuh karena tangga.

Setelah berhasil mencapai tempat yang dianggap aman, Maria baru menyadari bahwa dirinya dan sejumlah anggota keluarga mengalami luka akibat kejadian tersebut.

Pengalaman itu juga meninggalkan trauma bagi Maria. Hingga kini, getaran kecil terkadang membuatnya spontan berpikir bahwa gempa kembali terjadi.

Meski begitu, ia mengaku terharu ketika mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Mu'ti. Kehadiran Menteri di wilayah yang berada di ujung timur Indonesia dinilai memberikan dukungan sekaligus membantu mengobati trauma yang dialaminya.

“Bertemu langsung dengan Bapak Menteri merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Kami yang berada di ujung timur bisa dikunjungi oleh Bapak Menteri dari pusat, itu luar biasa. Trauma-trauma kami sebelumnya semakin terobati dengan kehadiran Bapak Menteri,” tutur Maria.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti pun mengapresiasi keteguhan para guru yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi pascagempa.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore