Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 17.50 WIB

Pemprov Jatim Dorong Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Gempa NTT

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memeluk anak korban gempa NTT. - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memeluk anak korban gempa NTT.

JawaPos.com – Kondisi anak-anak korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perhatian serius. Bukan hanya tentang kebutuhan logistiknya, tapi lebih dari itu mengenai pemulihan dan pendampingan psikososial secara berkelanjutan agar bangkit dan berani bermimpi menatap masa depan.   

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi dan menyerahkan bantuan kemanusiaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dukungan corporate social responsibility (CSR) di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8).

Di hadapan anak-anak yang berkumpul di lokasi, Khofifah berusaha mencairkan suasana dengan mengajak mereka berbincang tentang cita-cita. Ia bertanya siapa di antara mereka yang ingin menjadi gubernur maupun bupati. "Ada yang ingin jadi gubernur? Coba angkat tangan,” kata Khofifah. "Ada yang ingin jadi bupati? Coba angkat tangan” lanjutnya.

Sejumlah anak langsung mengangkat tangan sambil menjawab dengan penuh semangat. Suasana semakin hidup ketika Khofifah kembali bertanya mengenai cita-cita mereka. "Saya bu, saya" teriak anak sembari mengangkat tangan. Melihat antusiasme itu,Khofifah kemudian memberikan motivasi agar anak-anak tidak kehilangan semangat untuk meraih cita-cita meski sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Bagi Khofifah, momen tersebut menjadi pengingat bahwa anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan bencana. Pemulihan mereka bukan hanya menyangkut kebutuhan makanan, pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan, tetapi juga rasa aman serta kondisi psikologis.

"Kami mengirim tim LDP, layanan dukungan psikososial. Tim LDP ini ada 4 orang yang sudah 3 hari mereka di sini. Jadi ini tim trauma healing. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan penguatan kepada anak-anak, bapak-ibu, dan lansia. Mereka membutuhkan waktu untuk mendapatkan pendampingan, konseling, dan trauma healing," katanya

Pemprov Jatim telah mengirimkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat khususnya anak anak dan lansia  terdampak. Layanan tersebut tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga orang tua dan lansia yang membutuhkan penguatan psikologis, konseling, maupun pendampingan pascabencana.

Khofifah menekankan, proses pemulihan psiko sosial tidak selalu dapat dilihat secara kasatmata dan tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu kali kegiatan. Karena itu, pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama selama masyarakat masih menghadapi situasi pengungsian dan proses pemulihan.

"Jadi prosesnya tidak cukup hanya sekali. Penguatan, konseling dan trauma healing ini membutuhkan waktu. Karena itu, pendampingan harus terus dilakukan agar anak-anak, bapak-ibu dan lansia bisa kembali kuat setelah menghadapi bencana,” katanya.

Khofifah menambahkan, pemulihan psikososial menjadi bagian penting dari penanganan bencana karena pengalaman gempa dapat meninggalkan tekanan dan rasa takut, khususnya bagi anak-anak. Pendampingan yang tepat diharapkan dapat membantu mereka kembali merasa aman, berani beraktivitas, serta perlahan kembali pada rutinitas.

Editor: Suprianto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore