Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Agustus 2026 | 03.18 WIB

Update Penanggulangan Gempa Bumi NTT, Jumlah Korban Meninggal Dunia jadi 100 Orang

Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym) - Image

Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal dunia pasca gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sampai Minggu (24/8), tercatat 100 korban kehilangan nyawa. Sementara jumlah korban luka-luka lebih dari 1.600 orang.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa penambahan jumlah korban meninggal dunia berasal dari korban luka. Dia menyebut, korban luka berat yang dirawat di rumah sakit tidak berhasil diselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia.

”Perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, tidak berhasil diselamatkan sehingga yang semula di hari pertama hari kedua ada 48 yang meninggal dunia angka per hari ini total menjadi 100 orang,” kata dia.

Selain korban meninggal dunia dan korban luka, Suharyanto mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 180.327 warga terdampak gempa bumi mengungsi. Mereka rata-rata kehilangan tempat tinggal. Data menyebut rumah rusak di NTT saat ini mencapai 73.818 unit.

”Terbagi dalam rusak berat 23.276 unit, rusak ringan 17.563 unit, dan rusak ringan 32.979 unit,” jelasnya.

Sementara untuk fasilitas umum, pendataan masih berlangsung. Namun catatan sampai hari ini menunjukkan jumlah sekolah, tempat ibadah, dan kantor pemerintah yang rusak mencapai 1.915 unit. Dia memastikan, data kerusakan itu akan terus diperbarui.

”Seiring berjalannya waktu data ini akan semakin lengkap, data dikumpulkan secara berjenjang bottom up. Dari mulai tingkat yang paling kecil, kampung, RT, naik lagi ke atas sampai tingkat desa, camat, bupati dan dihimpun di tingkat nasional,” jelasnya.

Khusus untuk bantuan, Suharyanto menjelaskan bahwa angka yang sudah masuk ke NTT sebanyak 1.225 ton. Terbagi atas bantuan yang masuk melalui Labuan Bajo sebanyak 869 ton. Sementara bantuan yang masuk lewat Maumere sebanyak 356 ton.

”Labuan Bajo untuk melayani, memenuhi kebutuhan logistik 4 kabupaten. Yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada,” terang dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore