Tim gabungan memadamkan api karhutla di Kabupaten Muara Enim. (BPBD Muara Enim/Antara)
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muara Enim Alvi Gumara mengatakan, pihaknya mencatat lebih dari 30 kejadian karhulta yang melanda beberapa kecamatan selama periode Juli-Agustus 2026.
Adapun wilayah terdampak karhutla selama musim kemarau antara lain Kecamatan Gelumbang, Kelekar, Gunung Megang, Kecamatan Muara Enim, Sungai Rotan, dan Lawang Kidul.
Dia mengatakan, Kecamatan Gelumbang terbanyak terjadi karhutla di beberapa desa, antara lain Desa Pinang Banjar, Tabangan Kelekar, Kerta Mulya, Suka Menang, Teluk Limau dan Desa Gumai.
"Luas lahan yang terbakar di desa-desa ini tercatat lebih dari 10 hektare," kata Alvi Gumara dilansir dari Antara.
Terkait hal itu pihaknya masih memberlakukan status siaga darurat karhutla yang berlaku hingga 31 Agustus 2026.
Baca Juga:Film Pendek Musikal Di Bawah Langit Timur Hadirkan Kisah Cinta Tanah Air dari Pedalaman Papua
Dia mengatakan penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi karhutla menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi hingga akhir Agustus 2026.
Status keadaan siaga darurat ini ditindaklanjuti dengan pembentukan pos komando (posko) yang melibatkan perangkat daerah dan instansi terkait sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Dalam penetapan status BPBD mengaktifkan posko penanggulangan karhutla lengkap dengan peralatan yang memadai.
BPBD Muara Enim pun menyiagakan sebanyak 50 orang Satgas Penanggulangan Karhutla terdiri atas 30 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan 20 ASN dari instansi terkait di wilayah itu dan dibantu personel TNI, Polri, serta Manggala Agni.
"Kami juga telah menyiapkan peralatan penanggulangan karhutla seperti motor pemadam api untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat," ujar Avi Gumara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022