
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat berbicara dengan seorang pecalang di Bali. (Mabes Polri)
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memperkuat sinergi dengan elemen masyarakat melalui forum Silaturahmi Sabuk Kamtibmas di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menyerap langsung berbagai aspirasi dari pecalang dan komunitas ojek online (ojol) sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Pulau Dewata.
Kegiatan yang berlangsung di Cafe B-Lounge itu menjadi ruang dialog antara Polri dan masyarakat. Selain mempererat kemitraan, forum tersebut dimanfaatkan untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari keamanan hingga pelayanan bagi pengemudi transportasi daring.
Kapolri menegaskan bahwa dialog seperti ini penting untuk memastikan kebijakan yang diambil Polri selaras dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Aspirasi yang disampaikan peserta akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan langkah tindak lanjut.
Dalam forum tersebut, Ketua Manggala Pecalang, Wayan Suarya, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolri terhadap keberadaan pecalang. Menurutnya, kehadiran Kapolri menunjukkan bahwa pecalang dipandang sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan di Bali.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari 27 ribu pecalang yang tersebar di berbagai desa adat di Bali. Seluruh personel tersebut siap memperkuat sinergi dengan kepolisian melalui koordinasi bersama Kapolsek dan Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
Menurut Wayan, keberadaan pecalang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali sejak sebelum Indonesia merdeka. Karena memiliki jaringan hingga tingkat desa adat, pecalang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung deteksi dini dan penyelesaian persoalan keamanan di lingkungan masyarakat.
Selain mendengar masukan dari pecalang, Kapolri juga menerima berbagai aspirasi dari komunitas ojek online. Perwakilan Grab menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi para pengemudi, khususnya terkait sistem parkir di kawasan wisata.
Mereka mengeluhkan adanya pungutan parkir tanpa karcis resmi di beberapa lokasi. Kondisi tersebut menyulitkan pengemudi karena biaya parkir tidak dapat diajukan sebagai penggantian melalui aplikasi.
Perwakilan Grab juga mengungkapkan masih adanya penolakan terhadap pengemudi yang hanya menurunkan penumpang di sejumlah kawasan wisata, seperti Petitenget. Padahal, pengemudi tidak berhenti atau mangkal di lokasi tersebut.
Sementara itu, perwakilan Gojek menyoroti persoalan keamanan pada malam hari. Mereka berharap pengamanan dapat ditingkatkan di sepanjang jalur Bypass dan kawasan Canggu yang masih kerap terjadi aksi penjambretan terhadap masyarakat maupun wisatawan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
