
BAZNAS menghadirkan Program Rumah Terang melalui instalasi panel surya bagi komunitas petani di kawasan lahan Perhutani, Desa Cikawung, Kabupaten Indramayu. (Istimewa)
JawaPos.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menghadirkan Program Rumah Terang melalui instalasi panel surya bagi komunitas petani di kawasan lahan Perhutani, Desa Cikawung, Kabupaten Indramayu. Langkah ini menjadi momen pertama kalinya masyarakat setempat menikmati aliran listrik setelah selama 25 tahun atau seperempat abad hidup tanpa akses penerangan yang layak.
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid mengatakan, program dengan target nasional penerima mencapai 452 kepala keluarga (KK) ini secara bertahap mulai difokuskan bagi 102 KK di Indramayu. Selain hunian warga, program ini juga menyasar satu masjid setempat, sehingga total ada 103 titik yang kini telah terpasang instalasi listrik ramah lingkungan.
”Program Rumah Terang Baznas merupakan salah satu dari 13 program prioritas yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesejahteraan umat. Tahap awal di daerah Indramayu, untuk satu paket perangkat ada kabel, lampu, dan ada solar cell,” kata Sodik seperti dilansir dari Antara.
”Dan ini (lampu) adalah berlaku untuk 10 tahun, begitu. Dan ini juga sudah diperbolehkan oleh PLN,” imbuh Sodik.
Kehadiran program bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang terlihat langsung Masyarakat. Sekaligus menjadi cerminan dari pemanfaatan dana zakat yang dihimpun secara nasional.
”Tadi kita sudah melihat buktinya, dari tempat yang gelap menjadi tempat yang terang. Dan 13 program prioritas Baznas itu adalah hasil dari zakat, infak, sedekah seluruh muzaki yang ada di Indonesia. Untuk pertama di Indramayu, untuk pekan ini 103,” kata Sodik.
Dia berharap, program ini berimplikasi terhadap perubahan kualitas hidup masyarakat di Desa Cikawung, Indramayu, setelah wilayah mereka mendapatkan akses penerangan yang layak.
”Harapannya masyarakat semakin cerdas, semakin rajin belajar terutama putra-putrinya, semakin menambah semangat untuk hidupnya, semakin menambah ibadahnya, semakin menambah kerjanya, sehingga secara umum semakin sejahtera,” ucap Sodik.
Sementara itu, penerima manfaat program Onoh, 45, bersyukur setelah penantian panjang 25 tahun tanpa adanya lampu. Sebelum ada bantuan lampu dan panel surya, keluarganya akrab dengan kegelapan. Satu-satunya penerangan yang ada di rumahnya hanya mengandalkan cempor/damar.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
