Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 01.47 WIB

Kejaksaan Kejar Aset Rp 175 Miliar dari Kasus Tambang Nikel, Rumah Jabatan Wabup Kolaka Turut Digeledah

Ilustrasi korupsi. - Image

Ilustrasi korupsi.

JawaPos.com - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) mengusut kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel yang melibatkan PT Alam Mitra Indah Nugraha (AMIN). Pihak Kejaksaan pun telah melakukan penggeledahan di rumah Direktur Utama PT Babarina Putra Sulung (BPS), H. Tasman, serta Rumah Jabatan Wakil Bupati (Wabup) Kolaka, Husmaluddin.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penegak hukum menelusuri sisa kerugian negara senilai Rp 175 miliar yang hingga kini belum berhasil dipulihkan dalam perkara korupsi tambang nikel tersebut. 

Kepala Kejati Sultra, Sugeng Riyanta, mengatakan seluruh tindakan yang dilakukan penyidik memiliki dasar hukum dan bertujuan mendukung proses pembuktian perkara.

“Apapun tindakan yang dilakukan penyidik, itu sesuai kebutuhan pembuktian perkara dan upaya pemulihan aset hasil tindak pidana,” kata Sugeng, Rabu (24/6).

Kasus PT AMIN menjadi salah satu perkara korupsi sektor pertambangan terbesar yang ditangani Kejati Sultra dalam beberapa tahun terakhir. 

Dari total kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp 233 miliar, sebagian telah berhasil disita dalam bentuk uang pengganti. Namun demikian, masih terdapat sekitar Rp 175 miliar yang keberadaannya belum terlacak dan belum dikembalikan ke kas negara.

Meski telah ada aset yang disita, Kejati Sultra memastikan proses pelacakan aset akan terus dilakukan hingga seluruh kerugian negara dapat dipulihkan.

“Masih ada Rp 175 miliar yang harus kami kejar. Ini menjadi tugas utama jaksa untuk menelusuri siapa saja yang telah menikmati aliran dana tersebut, serta menentukan langkah pemulihan kerugian negara secara utuh,” tegas Sugeng.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyidikan kini diarahkan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga menerima manfaat dari hasil tindak pidana korupsi, sekaligus menelusuri aliran dana yang belum berhasil dipulihkan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore