Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 05.28 WIB

Anton Kurniawan Eks Polisi, Terpidana Kasus Penembakan Sopir Ekspedisi Meninggal di Lapas Palangka Raya, Autopsi masih Berlangsung

Anton Kurniawan, saat dilimpahkan penyidik Polda Kalteng ke Kejari Kota Palangka Raya. (Arief Prathama/Kalteng Pos) - Image

Anton Kurniawan, saat dilimpahkan penyidik Polda Kalteng ke Kejari Kota Palangka Raya. (Arief Prathama/Kalteng Pos)

JawaPos.com - Misteri kematian Anton Kurniawan, terpidana kasus penembakan sopir ekspedisi di Kabupaten Katingan, menjadi sorotan publik. Pria yang sebelumnya sempat diberitakan terkait upaya pelarian dari penjara itu dilaporkan meninggal dunia saat menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Minggu (31/5).

Jenazah Anton kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi. Proses tersebut dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kematian narapidana yang beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, Anton masih menjalani aktivitas seperti biasa sebelum ditemukan dalam kondisi kritis.

"Sore hari yang bersangkutan masih melakukan aktivitas di kamar sel seperti mandi dan makan sore dengan pengawasan petugas," ujar Putu saat dikonfirmasi, seperti dilansir dari Kalteng Pos (Grup Jawa Pos), Minggu (31/5).

Menurut dia, sekitar pukul 20.35 WIB petugas blok melakukan kontrol rutin dan memanggil Anton dari luar kamar sel. Namun, tidak ada respons dari narapidana tersebut.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama perwira piket dan komandan jaga. Saat ditemukan, Anton masih dalam keadaan bernapas meski kondisinya sudah sangat lemah.

"Beberapa saat kemudian sudah tidak bernapas lagi," katanya.

Berdasarkan laporan awal, Anton ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan kepala menghadap ke lantai di dalam kamar selnya. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan evakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Pihak RS Bhayangkara Palangka Raya hingga kini masih melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar penjelasan resmi kepada publik.

Selain menunggu hasil autopsi, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah juga membentuk tim investigasi internal untuk menelusuri rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum Anton meninggal dunia.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore