
Musyawarah Besar (Mubes) bertajuk NU Ora Didol: Meneguhkan Khittah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin di Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) menyuarakan keresahannya agar PBNU kembali kepada khittahnya. Berbagai perselisihan internal harus disudahi, dan fokus pada kepentingan umat jelang Muktamar ke-35.
Hal itu disuarakan warga NU Yogyakarta dalam Musyawarah Besar (Mubes) bertajuk NU Ora Didol: Meneguhkan Khittah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin di Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta, Minggu (31/5).
Dalam forum ini, disoroti 3 masalah utama. Yakni aspek kepemimpinan, kemandirian, dan peran kaum muda sebagai penentu masa depan NU.
Sejumlah peserta menyoroti berbagai polemik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari konflik internal di tingkat pengurus pusat yang berujung pada saling pemecatan, kontroversi pelibatan unsur Zionis Israel dalam sejumlah kegiatan resmi NU, hingga berbagai persoalan lain yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama demi menjaga marwah organisasi.
Dewan Penasihat Mubes sekaligus Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Machasin mengatakan, kondisi PBNU saat ini menimbulkan keresahan bagi warga. Khususnya hubungan antara unsur syuriah dan tanfidziyah yang tidak kunjung membaik.
"Kalau ditanya ada musyawarah besar, musyawarah kecil atau nggak? Atau musyawarahnya langsung besar dan diadakannya ini karena ada sesuatu yang mengusik kesadaran kita, rasa kita terganggu karena adanya, terus terang saja kita sebut, perselisihan antara syuriah dan tanfiziyah (PBNU)," kata Machasin.
Dia menyampaikan, persoalan internal PBNU menjadi persoalan serius sebab melibatkan para tokoh. Karena memunculkan polarisasi dan blok-blokan yang berpotensi merugikan organisasi.
Machasin juga menyinggung agenda besar Muktamar NU yang akan digelar pada Agustus mendatang. Ia berharap forum tertinggi organisasi tersebut dapat menjadi momentum penyelesaian berbagai persoalan internal.
Meski begitu, ia tak menungkiru ada keraguan lahirnya pemimpin yang bisa merangkul seluruh kelompok. Dia khawatir Muktamar malah akan menjadi ajang kemenangan satu kelompok atas kelompok lainnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
