
Penampakan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. (Istimewa)
JawaPos.com - Pendirian dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dinilai dapat menjadi acuan lingkungan perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus menjadi tonggak penting keterlibatan kampus dalam mendukung program prioritas nasional.
Mengingat, peresmian dapur MBG tersebut secara langsung dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta didampingi oleh Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa.
"Ini bukan hanya dapur dalam pengertian operasional. Ini adalah laboratorium hidup. Di sinilah ilmu, riset, inovasi, dan praktik bertemu dalam satu ekosistem yang utuh,” kata Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rivai Ras, kepada wartawan, Senin (4/5).
Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan Unhas mencerminkan model ideal yang selama ini menjadi tantangan dalam banyak program pembangunan, yakni menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan realitas implementasi di lapangan.
Kehadiran dapur MBG tersebut dapat melibatkan mahasiswa, peneliti, dan praktisi yang tidak lagi bekerja dalam ruang terpisah, tetapi berada dalam satu siklus untuk saling menguatkan, mulai dari perumusan konsep, pengujian, hingga implementasi dan evaluasi secara langsung.
“Selama ini kita sering melihat riset berhenti di meja akademik, sementara praktik berjalan tanpa basis ilmiah yang kuat. Model seperti ini memutus mata rantai tersebut. Apa yang diteliti langsung diuji, dan apa yang dijalankan langsung bisa diperbaiki secara ilmiah,” tuturnya.
Abdul Rivai juga menekankan pola seperti ini telah lama menjadi praktik terbaik di berbagai negara maju, di mana institusi pendidikan tinggi terhubung erat dengan pusat produksi dan inovasi.
“Ketika pusat pembelajaran berdiri berdampingan dengan pusat produksi, maka proses inovasi menjadi jauh lebih cepat, adaptif, dan terukur. Ini yang kita lihat mulai dibangun di Unhas melalui dapur MBG,” bebernya.
Lebih jauh, ia menilai inisiatif ini juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai aktor pembangunan, bukan hanya sebagai penghasil lulusan, tetapi sebagai motor penggerak solusi konkret bagi masyarakat.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
