Kemenhut bersama jajaran Faunaland Indonesia dan Vantara dari India melihat Gajah Sumatera. (Dok. Kemenhut)
JawaPos.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengingatkan warga untuk mewaspadai interaksi negatif kawanan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di kawasan Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Ihwal hal ini dikatakan Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata.
Ujang mengatakan interaksi negatif kawanan Gajah Sumatra tersebut menyebabkan seorang petani meninggal dunia pada Sabtu (21/2).
"Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Kami mengimbau dan mengingat tetap waspada serta tidak mendekati dan menghalau kawanan Gajah Sumatera guna menghindari satwa liar dilindungi tersebut," kata Ujang Wisnu Barata, dilansir dari Antara, Minggu (22/2).
Sebelumnya, seorang petani meninggal dunia akibat interaksi negatif kawanan Gajah Sumatera di kebunnya di Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Korban bernama Mussahar (53) tahun. Korban terinjak gajah dan sempat dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Bireuen. Korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
BKSDA Aceh, menurut Ujang, langsung menurunkan tim setelah menerima laporan interaksi negatif kawanan Gajah Sumatera tersebut. Saat ini tim belum dapat mengecek lokasi kejadian karena situasi belum kondusif.
"Dari keterangan keluarga, korban bersama istrinya sudah menginap di kebun jagung yang berjarak sekitar tiga kilometer dari pemukiman penduduk. Pada Sabtu (21/2) pagi, korban melihat jejak gajah," katanya.
Selanjutnya korban mengikuti jejak satwa liar tersebut. Tidak lama berselang, terdengar raungan gajah sebanyak tiga kali. Istri korban menelepon anaknya untuk mengecek ayahnya di kebun.
Sesampainya di kebun, lanjut Ujang, anak korban mengecek dan mendapati korban tergeletak dengan kondisi terdapat bekas injakan di dada dan rahang diduga oleh gajah. Korban dievakuasi ke rumah sakit.
"Interaksi dengan satwa liar, termasuk gajah berisiko, karena perilakunya dipengaruhi naluri alamiah yang selalu tidak dapat diprediksi," kata Ujang Wisnu Barata.
Kepala BKSDA Aceh itu mengimbau masyarakat apabila menemukan jejak atau keberadaan gajah seperti di kebun, agar segera melaporkan kepada petugas agas dapat ditangani sesuai prosedur keselamatan.
Beberapa kejadian tersebut, kata dia, menunjukkan adanya kemunculan gajah liar di areal dan dekat pemukiman antara Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah.
Menurut dia, kemunculan gajah tersebut selain barrier atau penghalang untuk mitigasi gajah berupa kawat kejut yang dipasang banyak yang rusak, ada juga kemungkinan habitat dan jalur jelajah satwa liar mengalami perubahan akibat dampak bencana hidrometeorologi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
