
Ilustrasi pelecehan seksual. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Kelompok Demokrasi Mahasiswa Andalas mendesak penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus. Desakan itu mereka suarakan melalui akun media sosial @kdm.andalas. Atas desakan tersebut, Universitas Andalas buka suara.
Kepala Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik Universitas Andalas Harry Effendi Iskandar menyampaikan bahwa instansinya memahami perhatian masyarakat terhadap isu keamanan dan perlindungan di lingkungan kampus lahir dari kepedulian yang tulus.
Harry memastikan, rasa cemas orang tua, harapan mahasiswa, serta perhatian publik terhadap kenyamanan dunia pendidikan adalah hal dihormati dan dipahami sepenuhnya oleh Universitas Andalas.
Dia mengerti, setiap mahasiswa yang datang belajar di Universitas Andalas membawa mimpi, harapan keluarga, dan masa depan yang besar.
”Karena itu, menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan merupakan tanggung jawab moral sekaligus tanggung jawab institusional yang kami pegang dengan sungguh-sungguh,” kata dia saat dikonfirmasi oleh JawaPos.com terkait desakan dari Kelompok Demokrasi Mahasiswa Andalas.
Menurut Harry, Universitas Andalas melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) terus menjalankan langkah untuk memperkuat perlindungan warga kampus.
Upaya tersebut mereka lakukan lewat berbagai cara. Diantaranya melalui edukasi, pendampingan, penguatan sistem pelaporan, serta kolaborasi di berbagai fakultas dan unit kerja.
Belakangan ini, Satgas PPK Universitas Andalas hadir di berbagai fakultas melalui program Goes to Faculty. Kedatangan mereka, kata Harry, untuk berdialog langsung dengan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan mengenai beberapa isu.
Yaitu pencegahan kekerasan, relasi yang sehat dan saling menghormati, mekanisme pelaporan yang aman, budaya kampus yang inklusif, dan tanggung jawab bersama untuk menjaga sesama.
”Program ini telah menjangkau berbagai fakultas lintas bidang ilmu sebagai bagian dari gerakan bersama membangun kampus UNAND (Universitas Andalas) yang ramah, aman, nyaman, inklusif, setara dan bebas dari kekerasan,” bebernya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
