Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Maret 2026, 21.51 WIB

Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Pemprov Jatim Siagakan 8.991 Personel

Pemprov Jatim menyiagakan 8.991 personel untuk mengantisipasi lonjakan mudik lebaran 2026. (Humas Pemprov Jatim) - Image

Pemprov Jatim menyiagakan 8.991 personel untuk mengantisipasi lonjakan mudik lebaran 2026. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/ 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiagakan 8.991 personel untuk menghadapi kemungkinan lonjakan pemudik.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari menggelar Rakor Ketupat Semeru, mendirikan Posko Angkutan Lebaran, hingga memastikan kesiapan personel.

"Kami juga melakukan koordinasi intensif bersama Kemenhub, Kepolisian, TNI, serta stakeholder terkait. Untuk pengamanan dan kelancaran Angkutan Lebaran 2026, disiapkan total 8.991 personel," ucapnya, Selasa (10/3).

Delapan ribu personel tersebut berasal dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan di 38 Kabupaten/Kota, PT Kereta Api Indonesia, serta personel sektor laut dan ASDP.

Persiapan ekstra juga dilakukan Pemprov Jatim, sebab ada dua hari besar keagamaan pada bulan Maret 2026 ini, yakni Hari Nyepi 2026 Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idulfitri 1447 H.

"Hari Raya Nyepi 1948 tanggal 19 Maret 2026 ini bertepatan dengan puncak arus mudik, ini harus menjadi perhatian bersama, karena di momentum tersebut pemudik tak dapat menuju atau meninggalkan Pulau Bali," imbuhnya.

Oleh sebab itu, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk memetakan titik-titik kemacetan di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi yang harus diantisipasi. 

Terkait layanan kesehatan, Gubernur Khofifah menyebut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 nakes tradisional, dan 2.852 driver ambulan, yang standby saat periode mudik Lebaran 2026.

"Selain itu juga dibutuhkan pemetaan titik titik rumah sakit untuk rujukan terdekat, karena ketika panik biasanya akan terjadi kebingungan, maka disediakan public savety center di 119," terang Khofifah.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memastikan pengamanan jalur mudik, titik-titik rawan kemacetan maupun kecelakaan, serta jalur wisata, demi kelancaran arus kendaraan. 

"Saya rasa titik tujuan wisata juga harus diperhatikan, terutama titik wisata berbasis air. Saya berharap seluruh jajaran dapat mempersiapkan langkah-langkah strategis secara matang, sehingga mudik lebaran 2026 di Jatim berjalan lancar," pungkas Khofifah.

 pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan secara optimal, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur," pungkasnya. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore