
ILUSTRASI: Personel Babinsa dan warga setempat melihat rumah terdampak bencana tanah bergerak. (Istimewa)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat laporan kerusakan 114 unit rumah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Baik rumah rusak ringan, sedang, maupun berat. Kerusakan terjadi akibat bencana alam gerakan tanah. Akibatnya ratusan warga terpaksa mengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa data terakhir pada Jumat (6/3), kerusakan rumah mencakup 70 unit rumah rusak berat, 26 unit rumah rusak sedang, dan 18 unit rumah rusak ringan. Tidak hanya itu, BNPB mencatat ada 9 rumah lain yang saat ini posisinya rawan dan terancam.
”Bencana yang melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling ini berdampak pada 134 kepala keluarga atau sekitar 475 jiwa. Situasi keamanan dan kondisi bangunan yang tidak stabil memaksa 120 kepala keluarga yang terdiri dari 407 jiwa untuk meninggalkan kediaman mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman,” terang dia kepada awak media pada Sabtu (7/3).
Tidak hanya rumah warga, BNPB mendapat laporan kerusakan satu unit fasilitas pendidikan dan akses jalan. Menurut Abdul Muhari, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak melalui SK Nomor 300.2.1/Kep 246-BPBD/2026. Status kebencanaan itu berlaku selama 7 hari.
”Terhitung mulai tanggal 4 hingga 10 Maret 2026. Penetapan status kebencanaan itu bertujuan untuk mempercepat penanganan darurat dan mempermudah akses koordinasi antarinstansi di lapangan,” imbuhnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi bersama BPBD Jabar dan instansi terkait lain terus melakukan kaji cepat untuk mendata korban terdampak bencana. Posko Tanggap Darurat Bencana juga sudah didirikan untuk mengkoordinasikan bantuan dan layanan bagi para korban. Tim Gabungan terus berusaha memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
”Terutama bahan logistik dapur umum, air bersih, perlengkapan bayi dan lansia, serta peralatan tidur,” kata Abdul Muhari.
Kepada seluruh warga yang tinggal di daerah rawan gerakan tanah, BNPB meminta mereka tetap waspada, khususnya saat hujan turun dengan durasi panjang. Warga juga diminta segera mengikuti instruksi evakuasi dari petugas setempat guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
