Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Maret 2026, 21.59 WIB

Bencana Alam Gerakan Tanah di Sukabumi Rusak 114 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi

ILUSTRASI: Personel Babinsa dan warga setempat melihat rumah terdampak bencana tanah bergerak. (Istimewa) - Image

ILUSTRASI: Personel Babinsa dan warga setempat melihat rumah terdampak bencana tanah bergerak. (Istimewa)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat laporan kerusakan 114 unit rumah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Baik rumah rusak ringan, sedang, maupun berat. Kerusakan terjadi akibat bencana alam gerakan tanah. Akibatnya ratusan warga terpaksa mengungsi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa data terakhir pada Jumat (6/3), kerusakan rumah mencakup 70 unit rumah rusak berat, 26 unit rumah rusak sedang, dan 18 unit rumah rusak ringan. Tidak hanya itu, BNPB mencatat ada 9 rumah lain yang saat ini posisinya rawan dan terancam.

”Bencana yang melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling ini berdampak pada 134 kepala keluarga atau sekitar 475 jiwa. Situasi keamanan dan kondisi bangunan yang tidak stabil memaksa 120 kepala keluarga yang terdiri dari 407 jiwa untuk meninggalkan kediaman mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman,” terang dia kepada awak media pada Sabtu (7/3).

Tidak hanya rumah warga, BNPB mendapat laporan kerusakan satu unit fasilitas pendidikan dan akses jalan. Menurut Abdul Muhari, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak melalui SK Nomor 300.2.1/Kep 246-BPBD/2026. Status kebencanaan itu berlaku selama 7 hari.

”Terhitung mulai tanggal 4 hingga 10 Maret 2026. Penetapan status kebencanaan itu bertujuan untuk mempercepat penanganan darurat dan mempermudah akses koordinasi antarinstansi di lapangan,” imbuhnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi bersama BPBD Jabar dan instansi terkait lain terus melakukan kaji cepat untuk mendata korban terdampak bencana. Posko Tanggap Darurat Bencana juga sudah didirikan untuk mengkoordinasikan bantuan dan layanan bagi para korban. Tim Gabungan terus berusaha memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

”Terutama bahan logistik dapur umum, air bersih, perlengkapan bayi dan lansia, serta peralatan tidur,” kata Abdul Muhari.

Kepada seluruh warga yang tinggal di daerah rawan gerakan tanah, BNPB meminta mereka tetap waspada, khususnya saat hujan turun dengan durasi panjang. Warga juga diminta segera mengikuti instruksi evakuasi dari petugas setempat guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore