Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Maret 2026, 03.49 WIB

Cuaca Ekstrem Masih Melanda Jatim, BPBD Pastikan Alat Deteksi Dini Bencana Berfungsi

Petugas BPBD Jatim melakukan pengecekan alat deteksi dini atau Early Warning System untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem. (Humas BPBD Jatim) - Image

Petugas BPBD Jatim melakukan pengecekan alat deteksi dini atau Early Warning System untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem. (Humas BPBD Jatim)

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus berupaya untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem, yang melanda sejumlah daerah di daerah tersebut. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah rutin mengecek kondisi alat deteksi dini atau Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur, baik EWS Banjir, EWS Tsunami, dan EWS longsor.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto meminta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaannya. Terutama di daerah kawasan rawan bencana banjir, longsor maupun tsunami. 

"Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan deteksi dini atau EWS juga kami chek kondisinya, serta personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya," ucap Gatot, Jumat (6/3). 

Secara keseluruhan, BPBD Jawa Timur berencana mengecek 71 EWS yang tersebar di beberapa titik, dengan rincian EWS banjir di 27 titik, EWS longsor di 27 titik, dan EWS sirine tsunami di 17 titik.

"Dalam sepekan ini, kegiatan pengecekan EWS dimulai dari Kabupaten Banyuwangi, tepatnya EWS sirine tsunami di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran pada Senin (2/3)," imbuhnya. 

Kegiatan berlanjut ke Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek hingga ke Pacitan. Gatot menegaskan bahwa pengecekan ini agar alarm deteksi dini tetap berjalan optimal.

"Sebetulnya, perkembangan EWS di Jatim ini bisa kami pantau lewat dashboard di kantor. Namun, pengecekan langsung ke lapangan juga perlu dilakukan, agar kami bisa mengetahui kondisi riil EWS di lokasi," terang Gatot. 

Selama cuaca ekstrem, masyarakat, relawan, dan personel BPBD di kabupaten/kota diharapkan dapat terus bersinergi meningkatkan kesiapsiagaan, sehingga potensi risiko bencana di Jatim dapat diminimalkan. (*)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore