
Personel BNPB lakukan asesmen di wilayah terdampak pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. (BNPB)
JawaPos.com–Fenomena pergeseran tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), masih terus terjadi. Sampai Senin (9/2), sudah lebih dari dua ribu korban terdampak diungsikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, secara keseluruhan angka pengungsi sebanyak 2.453 orang. Ribuan pengungsi itu terdiri atas 945 laki-laki, 982 perempuan, 220 lansia, 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, dan 894 dewasa.
”Para pengungsi terpusat di delapan titik pengungsian, yaitu Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Ponpes Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, dan Desa Mokaha Kecamatan Jatinegara,” ungkap Abdul Muhari kepada awak media.
Abdul Muhari memastikan, Tim BNPB juga sudah bersiaga di lokasi terdampak dan terus melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah (pemda) setempat. Tim itu turut menyalurkan dukungan bantuan logistik dan permakanan. Selain pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, saat ini BNPB fokus melakukan penanganan secara pararel.
”Pendataan warga terdampak dan pencarian lokasi untuk pembangunan huntara. Dinas Sosial, Dukcapil, dan Perkim Kabupaten Tegal melakukan verifikasi dan pemutakhiran data By Name By Address (BNBA) untuk penerbitan surat keputusan kebutuhan hunian sementara (huntara),” jelas Abdul Muhari.
Lebih lanjut, BNPB bersama pemda setempat bakal mendampingi ESDM Pemprov Jateng melakukan asesmen kelayakan lahan huntara dan relokasi warga. Abdul Muhari menyatakan, pihaknya mengimbau warga untuk mengikuti arahan petugas BPBD setempat guna mengantisipasi potensi ancaman yang meluas di wilayah tersebut.
Sebelumnya, fenomena tanah bergerak di Kabupaten Tegal terjadi pada Selasa dini hari (3/2). Pemicunya adalah hujan dengan intensitas tinggi serta kondisi kontur tanah yang miring dan labil.
Sebanyak 464 unit rumah terdampak, dengan rincian 205 unit rumah rusak berat, 174 unit rumah rusak sedang, dan 85 unit rumah rusak ringan.
Selain itu, dampak meluas sampai ke 36 fasilitas umum yang mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, pemerintahan, serta infrastruktur vital lainnya seperti tiga akses jalan, satu jembatan, dan satu bendungan irigasi. Pendataan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan validitas dan kelengkapan data kerusakan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
