Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Desember 2025 | 04.35 WIB

RSUD Aceh Tamiang Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Pulih Pasca Banjir

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria meninjau RSUD Aceh Tamiang, Rabu (24/12). (Dok. Komdigi) - Image

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria meninjau RSUD Aceh Tamiang, Rabu (24/12). (Dok. Komdigi)

JawaPos.com-Layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Tamiang kini kembali beroperasi. Sebelumnya sempat terhenti akibat dampak banjir yang melanda wilayah Sumatera.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan, fasilitas layanan publik yang bersifat vital. Khususnya rumah sakit dan puskesmas, menjadi fokus utama penanganan berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

Sejak bencana terjadi, pemerintah segera mengambil langkah cepat berupa pembersihan area terdampak serta perbaikan peralatan medis agar pelayanan kesehatan dapat segera berjalan kembali. Upaya tersebut juga dibarengi dengan pemulihan akses konektivitas sebagai penunjang operasional layanan medis.

“Alhamdulillah perbaikannya sudah mulai progresif. Saat ini uptime untuk jaringan telekomunikasi di Aceh Tamiang mencapai kurang lebih 70 persen dan kita coba terus jaga agar bisa stabil ke depannya,” ujar Wamen Nezar saat meninjau RSUD Aceh Tamiang.

Nezar Patria menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama para operator seluler terus melakukan perbaikan terhadap base transceiver station (BTS) yang terdampak banjir.

Di samping itu, pemerintah melalui Kemkomdigi berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan menghadirkan solusi konektivitas darurat berbasis satelit guna memastikan komunikasi tetap berjalan di titik-titik layanan kesehatan.

“Sesuai dengan tupoksi Kemkomdigi, kita coba memberikan penguatan di jaringan telekomunikasi, dan sudah ada beberapa instalasi yang dipasang, termasuk Starlink. Kita juga berkoordinasi dengan opsel untuk memulihkan BTS di sekitar rumah sakit,” jelas Nezar Patria.

Dalam forum koordinasi yang melibatkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wamen Nezar Patria, Relawan Aceh Tangguh, jajaran manajemen RSUD Aceh Tamiang, serta relawan tenaga kesehatan, turut dibahas perkembangan pemulihan infrastruktur telekomunikasi dan kondisi kesehatan masyarakat pasca banjir.

“Kita berdiskusi untuk penguatan infrastruktur telekomunikasi. Kami juga siap mendukung koneksi interoperabilitas antarinstansi agar pekerjaan pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang bisa dipercepat,” tegas Nezar.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemerintah menaruh perhatian besar pada pemulihan seluruh fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Seluruh rumah sakit yang terdampak ada 31 dan kita target secepat mungkin beroperasi. Saya apresiasi karena dalam waktu dua minggu, 31 rumah sakit itu bisa beroperasi,” ungkap Menkes Budi.

Dia menjelaskan, proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan layanan kegawatdaruratan agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis yang dibutuhkan.

“Di RSUD Aceh Tamiang awalnya dibuatkan instalasi sementara yang juga sudah selesai dan hari ini sudah jalan. Saya juga minta untuk mengoordinasikan tahap selanjutnya, yaitu perbaikan fasilitas medis,” tutur Menkes Budi.

Dengan pemulihan jaringan telekomunikasi dan layanan kesehatan ini, masyarakat Aceh Tamiang diharapkan tetap dapat mengakses pelayanan medis secara optimal di tengah proses pemulihan pasca banjir.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore