
Ilustrasi banjir. (freepik)
JawaPos.Com - Banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan dampak serius bagi kesehatan warga.
Sejumlah korban banjir dilaporkan terserang berbagai penyakit akibat kondisi lingkungan yang kian memburuk.
Beberpa penyakit yang mulai menyerang kesehatan warga diantaranya adalah, infeksi kulit, diare, hingga demam yang dipicu oleh genangan air dan sanitasi yang tidak memadai.
Situasi ini membuat para petugas kesehatan diharapkan untuk segera turun tangan dan melakukan penanganan cepat sebelum angka kasus semakin meningkat.
Sebagaimana informasi yang dilansir Jawa Pos dari laman Rakyat Aceh, Rabu (3/12), sejumlah masyarakat yang bertahan di titik pengungsian maupun yang telah kembali ke rumah, dikaarkan tengah diserang penyakit gatal-gatal, eksim dan demam.
Oleh karenanya, masyarakat sangat membutuhkan gerak cepat Pemkab Pidie Jaya untuk menangani korban dari dampak bencana banjir. Seperti obat-obatan dan menurunkan tenaga kesehatan ke titik pengungsian warga.
Selain menyediakan layanan medis darurat, tenaga kesehatan juga dinilai penting untuk melakukan penyuluhan, pemantauan kawasan rawan penyakit, serta distribusi obat-obatan agar penyebaran penyakit dapat ditekan sedini mungkin.
Dengan kondisi cuaca yang belum stabil, respons cepat dan terkoordinasi menjadi kunci untuk melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak banjir di Pidie Jaya.
Lebih lanjut, masyarakat yang mulai diserang penyakit kulit dan deman tersebut dialami oleh warga Gampong Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua. Geulanggang, Tijien Daboih, Tijien Husen, serta Buangan Kecamatan Ulim.
Keuchik Gampong Lueng Bimba Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Muhammad Ikhsan mengatakan, pasca bencana alam tersebut, wilayah perkampungan tergenang air banjir bandang. Di mana masyarakat setiap hari kakinya terendam air berlumpur.
" Saat ini masyarakat mulai merasakan gatal akibat bagian tubuhnya selalu terendam air kotor ini," kata Keuchik Muhammad Ikhsan, Selasa (2/12).
Kata dia, penyakit yang diderita masyarkat akibat banjir mayoritas menyerang bagian kaki maupun bagian tubuh lainnya. Begitu juga anak-anak mulai diserang demam.
"Ada yang kakinya bengkak, ruam-ruam dengan rasa gatal yang lumayan menggangu, ada juga yang badannya gatal-gatal serta anak-anak demam," jelasnya.
Ikhsan mengaku sempat mendatangi Posko penanganan bencana banjir bandang Pidie Jaya untuk menyampaik keluhan itu serta meminta obat-obatan kepada petugas kesehatan di Posko untuk dibagikan ke masyarakat.
Namun, miris lanjutnya, petugas kesehatan bukan memberikan obat atau menurukan petugas ke lokasi, tapi malah menyuruh masyarakat untuk yang diserang penyakit tersebut untuk mendatangi pihak ksehatan langsung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
