Messis suguhkan olahan kopi Gayo asli Aceh.
JawaPos.com - Kabupaten Aceh Tengah, daerah yang sejak ratusan tahun lalu menjadi pusat kebanggaan Indonesia lewat produksi Kopi Gayo, kini porak poranda setelah banjir besar meluluhlantakkan wilayah tersebut.
Di tengah kondisi darurat yang meluas, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga bahkan membuat Surat Pernyataan tidak mampu mengendalikan situasi yang di luar kemampuan pemerintah daerah.
Wilayah yang selama ini dikenal sebagai jantung pertanian dan perkebunan di Dataran Tinggi Gayo itu kini berada dalam kondisi lumpuh. Banjir dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir tidak hanya memutus akses, tetapi juga melumpuhkan hampir seluruh aktivitas ekonomi masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari pertanian dan kebun.
Dilansir dari laman resmi Kabupaten Aceh Tengah, wilayah ini memiliki sejarah panjang sebagai penghasil kopi arabika terbaik sejak masa kolonial Hindia Belanda. Pada 1904, kaum kolonial menjadikan Tanah Gayo sebagai pusat budidaya kopi, tembakau, dan damar.
Di Takengon yang kini menjadi ibu kota Aceh Tengah, pemerintah kolonial bahkan mendirikan perusahaan pengolahan kopi dan damar yang kemudian menjadikan kawasan itu pusat perdagangan penting di dataran tinggi.
Pada masa pendudukan Jepang (1942–1945), wilayah ini dikenal sebagai Gun yang dipimpin oleh Gunco. Setelah kemerdekaan diproklamasikan, status administratifnya berubah dan pada 14 April 1948 Aceh Tengah berdiri sebagai satuan administratif, lalu dikukuhkan menjadi kabupaten pada 14 November 1956.
Identitas sebagai daerah agraris pada Aceh Tengah terus melekat hingga hari ini. Sebagian besar masyarakat Aceh Tengah bekerja sebagai petani dan pekebun, dengan kopi sebagai komoditas utama yang mengharumkan nama daerah ke kancah internasional.
Kabupaten ini bahkan memiliki lahan kopi seluas sekitar 48.300 hektare dengan rata-rata produksi mencapai 720 kilogram per hektare. Selain kopi, Aceh Tengah juga menghasilkan tebu dengan areal 8.000 hektare, serta kakao seluas 2.322 hektare. Tanaman sayur mayur dan palawija turut menjadi penggerak ekonomi warga.
Namun seluruh sektor tersebut kini terdampak parah. Ladang dan kebun terendam, akses distribusi terputus, dan petani kehilangan mata pencarian dalam sekejap.
Kondisi inilah yang memperparah situasi di tengah minimnya koordinasi pemerintah daerah dalam penanganan bencana, sehingga masyarakat semakin terpukul menghadapi krisis yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Sementara data terbaru yang disampaikan Bupati Haili Yoga pada Minggu (30/11) menunjukkan kondisi yang jauh lebih berat: 54.199 jiwa mengungsi, 21 meninggal dunia, dan 24 orang masih hilang. Sebanyak 14 kecamatan terputus aksesnya, dan 779 rumah mengalami rusak berat.
Meski distribusi bantuan udara sudah mulai masuk, jumlahnya masih sangat kurang. Minimnya BBM, kerusakan 59 ruas jalan, serta terbatasnya layanan kesehatan membuat situasi di Aceh Tengah berada pada titik darurat.
“Kami mohon dukungan dari seluruh pihak. Kami yakin, dengan kerja sama, Aceh Tengah akan segera pulih,” ujar Bupati Haili Yoga, dikutip Senin (1/12).

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
