
KPK menahan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara. (Istimewa)
JawaPos.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara. Dengan penahanan ini, total tersangka yang sudah ditahan KPK dalam perkara tersebut menjadi delapan orang.
“KPK melakukan penahanan terhadap tiga tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek RSUD Kolaka Timur,” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Satu di antara tiga tersangka baru tersebut merupakan anak buah Menteri Kesehatan (Menkes), yakni Hendrik Permana (HP). Dia merupakan ASN di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sementara, dua tersangka lainnya yakni, Yasin (YSN) seorang ASN di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tenggara dan Aswin Griksa (AGR) pihak swasta, Direktur Utama PT Griksa Cipta.
Asep menjelaskan, Hendrik berperan signifikan dalam praktik korupsi ini. Pada 2023, dia diduga menjadi perantara yang menawarkan jasa mengamankan pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan imbalan fee 2 persen.
Akibat lobi tersebut, pagu DAK pembangunan RSUD Kolaka Timur naik drastis, dari Rp 47,6 miliar menjadi Rp 170,3 miliar. Hendrik diduga menerima aliran dana Rp 1,5 miliar dalam proses pengurusan tersebut.
Ketiganya ditahan untuk 20 hari pertama, yakni pada 24 November–13 Desember 2025 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.
Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK terlebih dahulu menetapkan lima tersangka lain dalam kasus ini. Yakni Abdul Azis, Bupati Kolaka Timur periode 2024–2029; Andi Lukman Hakim, Pejabat Kemenkes; Ageng Dermanto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek; Deddy Karnady, Pegawai PT Pilar Cerdas Putra; Arif Rahman, Pegawai PT Pilar Cerdas Putra.
Berkas perkara Deddy Karnady dan Arif Rahman telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Keduanya kini sedang disidangkan sebagai pemberi suap. Sementara Abdul Azis, Andi Lukman Hakim, dan Ageng Dermanto berstatus penerima suap.
Proyek peningkatan fasilitas RSUD Kolaka Timur dari kelas D menjadi kelas C memiliki nilai kontrak Rp 126,3 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) kesehatan.
Proyek ini merupakan bagian dari program nasional Kemenkes yang mengalokasikan Rp 4,5 triliun pada 2025 untuk peningkatan kualitas 32 RSUD di seluruh Indonesia.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
