
Irene Sokoy, Ibu hamil yang meninggal dunia usai ditolak 4 rumah sakit di Papua. (Instagram @frans.tomoki)
JawaPos.com - Peristiwa tragis yang menimpa seorang perempuan bernama Irene Sokoy di Papua menjadi pukulan telak bagi dunia kesehatan Indonesia.
Dia meregang nyawa bersama bayi dalam kandungannya akibat bolak-balik ditolak oleh rumah sakit dengan berbagai alasan.
Perempuan asal Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura itu dinyatakan meninggal dunia pada Rabu pekan lalu (19/11).
Dikutip dari pemberitaan Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group) pada Selasa (24/11), Irene dan keluarga harus melalui jalur berliku hanya untuk mendapatkan tindakan medis dari rumah sakit di daerah tempat tinggalnya.
Tragisnya, dia kehilangan nyawa bersama bayi dalam kandungannya ketika melakukan perjalanan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain.
Peristiwa pilu ini berawal dari kondisi Irene yang tengah menunggu waktu untuk melahirkan. Dia mengalami kontraksi pada level sedang hingga meminta kepada keluarga untuk dibawa ke rumah sakit.
Dari tempat tinggalnya, dia harus menyeberang menggunakan speedboat ke Rumah Sakit Yowari. Sayangnya setibanya di rumah sakit itu, dokter yang menangani pasien hamil sedang berada di luar Papua.
Irene pun dirujuk ke Rumah Sakit Dian Harapan. Di rumah sakit itu, dia tidak mendapatkan pelayanan.
Padahal kontraksi semakin kencang dirasakan. Bahkan ketubannya sudah pecah sejak berada di Rumah Sakit Yowari hingga cairan itu keluar dari tubuhnya.
Sempat dipindahkan ke tempat persalinan Di Rumah Sakit Yowari, dia malah diminta menunggu berjam-jam.
Alasannya bermacam-macam. Pihak keluarga pun terus bertanya mengenai tindakan yang akan dilakukan. Sebab, mereka melihat kondisi irene semakin kritis.
Jawabannya, pihak rumah sakit harus berkonsultasi lebih dulu kepada dokter. Karena itu, pihak keluarga mengikuti rujukan ke Rumah Sakit Dian Harapan.
Tiba di RS Dian Harapan yang terjadi bukan tindakan, melainkan perdebatan yang alot antara pihak keluarga dan RS.
”Setelah berdialog dengan dokter di ruang IGD, dokter Kembali menyampaikan bahwa, Rumah Sakit Dian Harapan belum bisa menerima pasien, karena full pasien,” kata Fredy Sokoy sebagai perwakilan keluarga Irene.
Saat itu, lanjut dia, kondisi pasien sudah mulai mengeluarkan bercak darah dari posisi serviks. Tidak hanya itu, pasien mulai mengalami gangguan pernapasan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
