
Rumah warga di kecamatan Pronojiwo Lumajang tertimbun material vulkanik erupsi Gunung Semeru, KAmis (20/11/2025). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Erupsi Gunung Semeru pada Rabu sore (20/11), berdampak cukup parah pada 4 dusun di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, yakni Dusun Sumbersari, Gumukmas, Supiturang, dan Curah Kobokan.
Dari pantauan JawaPos.com di Dusun Gemukmas, Kecamatan Pronojiwo, Kamis (20/11), puluhan rumah warga tampak rusak. Bahkan, material vulkanik hampir meratakan bangunan rumah mereka.
Tak hanya rumah, ladang hingga sawah milik warga setempat juga ikut dihantam material vulkanik Erupsi Gunung Semeru. Puing-puing rumah yang berserakan membuat suasana di kawasan itu semakin mencekam.
JawaPos.com menyusuri dusun tersebut dengan jalan kaki, sambil berbincang-bincang dengan warga sekitar tentang bagaimana mencekamnya suasana saat Gunung Semeru meletus.
Material vulkanik yang menimbun puluhan Dusun Gemukmas juga belum sepenuhnya panas. Tak sedikit masyarakat yang terperosok saat mengambil barang-barang berharga yang bisa diselamatkan.
Mereka juga gotong royong membuat jalan sementara dengan membelah timbunan material vulkanik yang tingginya lebih dari 50 meter, sehingga bisa dilalui dengan kendaraan sepeda motor maupun berjalan kaki.
Warga dibantu tim SAR gabungan tampak mondar-mandir membawa barang-barang yang bisa diselamatkan. Seperti tas, pakaian pribadi, kendaraan motor, logistik, hingga dokumen berharga.
"Rumah tinggal atap saja. Ini dari siang ke sini buat ambil barang-barang yang tidak hanyut. Kan kemarin turun hujan setelah erupsi turun. Alhamdulillah 3 sepeda motor saya masih selamat," tutur warga Supiturang, Sulami.
Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.
Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.
BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Data sementara, sebanyak 956 warga mengungsi. Pendataan masih berlangsung.
Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
