
Operasi Modifikasi Cuaca untuk mencegah bencana banjir dan longsor di beberapa daerah akan terus dilakukan sampai 20 Maret mendatang. (BNPB)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu (25/10). Operasi tersebut dilaksanakan di tengah banjir yang melanda beberapa titik di wilayah Semarang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa OMC dilakukan dari Bandara Ahmad Yani. Operasi tersebut dilaksanakan lantaran BNPB menilai penanganan bencana banjir di Semarang dan sekitarnya perlu didukung OMC.
”Selain mempercepat penanganan darurat, metode ini juga menjadi support system antara pemerintah pusat dan daerah, sebagai upaya antisipasi dan mitigasi agar dampak bencana hidrometeorologi basah di Jawa Tengah dapat dicegah atau setidaknya dikurangi,” kata Abdul Muhari pada Minggu (26/10).
Tidak sendirian, BNPB melaksanakan OMC di Jateng dengan bantuan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), TNI, serta BPBD Jateng. Pada hari pertama OMC, tidak kurang dari 5 ton bahan semai ditebar.
”OMC Jawa Tengah dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB sesuai dengan Notice To Air Mission (NOTAM) yang dikeluarkan AirNav Bandara Ahmad Yani. Kendati demikian, misi dapat diperpanjang hingga 24 jam bergantung pada potensi cuaca dan kondisi pertumbuhan awan yang dipantau BMKG,” lanjutnya.
BNPB mendapat laporan bahwa beberapa titik di Semarang masih tergenang dan terendam. Misalnya di Jalan Erowati Baru I, Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Genangan setinggi 20–30 sentimeter terpantau. Di Jalur Pantura antara Genuk–Kaligawe–Terboyo beberapa kendaraan besar tidak bisa melintas.
”Genangan setinggi 70 sentimeter membuat lalu lintas tersendat bahkan terhenti. Tak sedikit kendaraan yang lebih kecil mencoba menerobos genangan, tetapi justru mogok dan menimbulkan masalah baru,” imbuhnya.
Data BNPB mencatat banjir di Kota Semarang berdampak pada 38.180 jiwa. Wilayah terdampak banjir meliputi 14 kelurahan, termasuk 3 sektor penting seperti Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Demi keselamatan dan kelancaran pelayanan, BPBD Kota Semarang membantu proses pemindahan sementara pasien ke Masjid Jami’ Syeh Jumadil Kubro, Kelurahan Terboyo Kulon.
”Di lokasi lain, evakuasi juga dilakukan terhadap 3 Warga Negara Asing (WNA) yang terjebak banjir di kawasan industri Blok M Nomor 34 Terboyo,” jelasnya.
BPBD Kota Semarang sudah mendirikan dapur umum di Kelurahan Bangetayu dan Kantor BPBD Kota Semarang di kawasan Penggaron. Seluruh komponen pemerintah daerah terus berupaya maksimal untuk menangani banjir yang terjadi di Semarang dan sekitarnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
