Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 05.47 WIB

BMKG Catat 166 Gempa Susulan Pascagempa Sumenep Jawa Timur, Nyaris Separonya Berlangsung di Malam Hari

Kondisi salah satu rumah yang rusak akibat gempa di Sumenep, Jawa Timur. (BPBD Sumenep) - Image

Kondisi salah satu rumah yang rusak akibat gempa di Sumenep, Jawa Timur. (BPBD Sumenep)

JawaPos.com – Pascagempa magnitudo 6,5 yang mengguncang Sumenep, Jawa Timur pada Selasa (30/9) malam sekitar pukul 23.49 WIB, rankaian gempa susulan masih terus terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga Kamis (2/10) siang telah terjadi sebanyak 166 kali gempa susulan di Kabupaten Sumenep dengan magnitudo antara 4,4 hingga 1,1.

"Data ini tercatat sejak mulai gempa pertama kali terjadi pada 30 September hingga 2 Oktober hari ini, sekitar pukul 11.49 WIB," kata Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya di Sumenep Kamis (2/10) sebagaimana dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan, dari total 166 kali gempa susulan itu, sebanyak 77 kali terjadi pada malam hari, sisanya pada pagi dan siang hari.

Menurut Daryono, gempa di Sumenep termasuk jenis tektonik kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.

"Sumbernya berasosiasi dengan perpanjangan sesar offshore zona kendeng atau Madura Strait Back Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik," jelasnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada, dan tidak panik. "Hindari tinggal di bangunan yang sudah retak atau berpotensi roboh," lanjutnya.

Daryono menjelaskan, tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep dan TNI/Polri telah menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan kaji cepat. Sekaligus  menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada para korban.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, hingga hari ini proses pendataan dan pemantauan lapangan masih berlangsung sementara dan BMKG terus memantau perkembangan gempa susulan. Ini yang masih memungkinkan terjadi," ucap Daryono.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (30/9) malam sekitar pukul 23.49 WIB.

Pusat gempa ini berada pada koordinat 7.25 lintang selatan, 114.22 bujur timur, dengan episenter gempa berada di laut, 50 kilometer Tenggara Sumenep di kedalaman 11 kilometer.

Gempa tektonik ini juga terasa hingga tiga kabupaten lain di Pulau Madura, yakni Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

Bahkan, geratan gempa terasa pula di Sidoarjo, membuat para petugas yang sedang mengevakuasi korban runtuhnya bangunan ponpes Al Khoziny berlarian menyelamatkan diri. Khawatir puing bangunan makin runtuh dan membahayakan nyawa petugas.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore