Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 13.35 WIB

13 Jalan Nasional Terdampak Banjir Bali, Alat Berat Dikerahkan Buka Akses Jalan

Kondisi jalan nasional terdampak banjir Bali. (Kemen PU) - Image

Kondisi jalan nasional terdampak banjir Bali. (Kemen PU)

JawaPos.com - Banjir di Bali berdampak luas terhadap jalan nasional. Kementerian Pekerjaan Umum tengah menangani 13 titik jalan nasional yang terhambat banjir. Tim tanggap darurat dan alat berat dikerahkan membuka jalan yang terdampak banjir.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen Kementerian PU dalam membantu masyarakat terdampak bencana di seluruh Indonesia.

“Kami terus memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak. Kementerian PU akan memberikan dukungan penuh dalam menangani dampak banjir di Bali,” ujarnya.

Sesuai data Kementerian PU terdapat 13 titik jalan nasional terdampak. Yakni Jembatan di TLB Muntur (Sp. Tohpati - Sakah), Underpass Simpang Dewaruci, Jalan Kargo Km 4+800 Denpasar, Jalan Kargo Km 5+100 Denpasar, Jalan Mengwitani Km 11+500, Jalan A. Yani (Tabanan) Km 16+825, Br. Bunut Puhun Bantas Km 30+300, Sidan – Bts. Kota Klungkung Km 32+800, Jalan A. Yani – Jalan Udayana (Negara) Km 96+800, Bts. Kota Negara - Pekutatan Km 78+400, Jalan Sudirman - Gajahmada (Negara) Km 90+980, Cekik - Bts. Kota Negara Km 101+350, Pekutatan – Antosari Km 41+600, dan Kosamba – Angentelu Km 54+400.

Kementerian PU juga telah menyiagakan personel tim reaksi cepat yang siaga selama 24 jam di lokasi bencana, serta alat berat dan bahan material apabila diperlukan,” terangnya.

Identifikasi lanjutan telah dilakukan dengan melakukan pengecekan infrastruktur serta memantau kondisi di lapangan untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik.

"Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim Bali bekerja sama dengan TNI-Polri untuk menangani dampak banjir dengan mengoperasikan 8 unit pompa eksisting secara bergilir, ditambah dengan pengerahan 2 unit pompa mobile untuk mempercepat proses penyurutan genangan,” urainya.

Pembersihan material banjir juga dilakukan di berbagai titik strategis. Dody mengatakan, menurut hasil pantauan terkini oleh tim BWS Bali Penida, ketinggian air di Waduk Muara yang sebelumnya mencapai 190 cm kini telah turun menjadi 130 cm. "Hasil pantauan ini menjadi indikator bahwa situasi banjir mulai terkendali,” urainya.

Kementerian PU juga bergerak cepat melakukan langkah tanggap darurat terhadap bencana banjir yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Banjir terjadi pada Senin (8/9) pukul 18.30 WITA disebabkan curah hujan yang tinggi sejak Minggu (7/9).

Desa-desa yang terdampak di Kabupaten Nagekeo yaitu Desa Lokalaba, Desa Sawu, Desa Lodaolo, Desa Woewolo, Desa Ua. Bencana ini mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka dan 4 orang hilang dan masih dalam pencarian, 4 unit rumah hanyut terbawa banjir, 2 unit jembatan di Desa Sawu rusak, 1 unit jembatan di Desa Ua rusak, jalan desa sebanyak 3 titik longsor di Desa Loda Olo, jalan desa putus sebanyak 3 titik longsor di Kampung Mabha Bhoma, Desa Woewolo Bendung DI. Malasawu dan DI Lokalabo rusak.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir merupakan milik Pemerintah Provinsi, tetapi Kementerian PU tetap ikut andil dalam melakukan penanganan untuk mempersingkat masa tanggap darurat.

“Semua alat berat dan tim sudah kita kerahkan di NTT. Bahkan kepala balai yang seharusnya hari ini ikut rapat dengar pendapat dengan DPR RI semalam saya minta kembali ke NTT untuk langsung mengawasi timnya supaya proses tanggap darurat lebih cepat,” jelas Menteri Dody.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore