Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 13.42 WIB

NU Jogjakarta Ingatkan Agar Tidak Sakiti Rakyat Palestina, Ingatkan Sejarah Dengan Kemerdekaan RI

Situasi lokasi Gaza, Palestina akibat serangan Israel. (Al-Jazeera) - Image

Situasi lokasi Gaza, Palestina akibat serangan Israel. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Delegasi Palestina yang dipimpin Mustafa Barghouti, melakukan kunjungan ke Indonesia. Mereka menggalang dukungan sekaligus menolak pemindahan rakyat Palestina ke negara lain termasuk Indonesia.
 
Rombongan ini mengawali kunjungan ke kantor PBNU di Jakarta Pusat. Lalu dilanjut ke kantor Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sehari kemudian.
 
Delegasi menyakini bahwa PBNU dan PKB memiliki sikap menolak normalisasi hubungan dengan Israel, menolak relokasi warga Gaza dan menolak genosida. Delegasi juga sempat menyesalkan datangnya Peter Berkowitz, tokoh pro Israel mengisi perkuliahan di Indonesia.
 
“Kami mengamati dengan serius sikap PBNU dan PKB. Jika PBNU mengambil posisi sebagai organisasi moderat (tawazun), seharusnya tidak melakukan  komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pembenaran genosida," kata Barghouti.
 
 
Menanggapi hal itu, Wakil Rais PCNU Sleman, Jogjakarta Fahmi Basya menilai kedatangan Peter harus menjadi teguran bagi PBNU. Sehingga tidak melukai rakyat Palestina yang tengah menderita.
 
“Jangankan bangsa Palestina, kita saja sebagai Nahdliyyin juga mengecam tindakan PBNU menghadirkan Peter Berkowitz dan konco-koncone di acara kaderisasi tertinggi, AKN NU”, kata Fahmi.
 
Dia mengigatkan kembali bahwa Palestina adalah salah satu negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945. Bahkan pada 6 September 1944, grand mufti Palestina, Syeikh Muhammad Amin al-Husaini, melalui radio Berlin menyatakan dukungan untuk kemerdekaan Indonesia serta menyerukan negara-negara muslim lainnya untuk melakukan hal yang sama.
 
“Jangan juga ingkari sejarah NU, Mbah Hasyim Asy’ari dalam khutbah iftitahnya saat Kongres Alim-Ulama menegaskan hari Mi’raj, bulan Rajab 1358 H sebagai hari Palestina. Diikuti penggalangan dana untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Melupakan sejarah dan mengabaikan akar masa lalu NU, berakibat NU bisa kehilangan arah masa depannya,” pungkas Fahmi.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore