
salak gula khas bali yang banyak diminati oleh wisatawan saat berkunjung ke pulau dewata (Dok Baliprov.go.id)
JawaPos.com - Bali memiliki kekayaan flora yang masih kalah populer dibandingkan pantai, pura, dan budaya. Di balik keindahan alam dan budayanya, Pulau Dewata ini juga menyimpan sajian pangan yang belum dikenal banyak orang. Salah satu permata tersembunyi itu adalah salak gula pasir.
Dilansir dari invest.baliprov.go.id, Buah khas ini berasal dari Desa Sibetan, Karangasem, Bali. Terletak sekitar 80 kilometer dari kota Denpasar dan 8 kilometer dari ibukota kabupaten Amlapura, Desa ini dikenal sebagai kawasan agrowisata salak dengan 15 jenis varietas salak yang dibudidayakan.
Keunikan rasa dan kualitas salak gula pasir sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis dan iklim di daerah tersebut. Bahkan, dengan adanya komoditi salak gula pasir pemerintah Karangasem menetapkan salak gula pasir sebagai maskot daerah kabupaten Karangasem.
Dilansir dari akun tiktok @bakulbuahimpor, Berbeda dari salak pada umumnya, salak gula pasir punya ciri khas yang mencolok sejak gigitan pertama. Kulitnya memang tetap bersisik seperti jenis salak lainnya, tetapi ketika dikupas tampak daging buah yang putih cerah, tidak keras, dan beraroma lembut.
Rasa manisnya halus seperti gula pasir tanpa rasa asam atau sepat sama sekali. Sensasi ini membuat salak gula pasir terasa seperti permen alami dari kebun tropis.
Karena ketersediaan salak gula pasir yang terbatas dan permintaan yang tinggi, harga salak gula pasir cenderung lebih mahal dibandingkan jenis salak lainnya. Misalnya saat tidak musim panen, harga salak gula bisa mencapai Rp45.000 per kilogram, sedangkan pada musim panen raya harganya bisa turun hingga Rp9.000 per kilogram.
Cita rasa salak gula pasir membuat buah ini begitu diminati tidak hanya konsumen dalam negeri saja, saat ini bahkan telah berhasil menjangkau lebih jauh melalui ekspor, salak gula pasir menjadi komoditas ekspor yang digemari pasar internasional seperti Kamboja, Vietnam dan China.
Selain itu, salak ini lebih manis dibanding jenis salak lainnya seperti salak Bali dan salak Pondoh yang berasal dari Yogyakarta.
Jika anda tertarik mencoba buah salak gula pasir, cobalah untuk membeli di momen musim panen yang terjadi di bulan Desember – Februari. Sebab, anda akan mendapatkan buah tersebut dengan harga yang lebih murah.
Di tengah gempuran buah impor dan olahan instan, hadirnya salak gula pasir menjadi pembeda bahwa rasa terbaik lahir dari kearifan lokal dan alam yang dirawat dengan sepenuh hati. Bukan sekadar buah, salak gula pasir menjadi simbol dari dedikasi petani lokal Bali.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
