Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 17.58 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Petugas di Lumajang Laporkan Tinggi Letusan Kini Meningkat 1 Km di Atas Puncak

Foto erupsi Gunung Semeru pada Kamis (24/7) pagi. (HO-PVMBG) - Image

Foto erupsi Gunung Semeru pada Kamis (24/7) pagi. (HO-PVMBG)

JawaPos.com – Gunung Semeru dilaporkan kembali mengalami erupsi sebanyak tiga kali dengan tinggi letusan yang semakin meningkat pada Senin (25/8) pagi.

Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut kini mengeluarkan letusan setinggi satu kilometer di atas puncak (Mahameru).

Dikutip dari situs berita ANTARA, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian memberikan laporan tertulis terkait erupsi tersebut yang diterima di Lumajang.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 25 Agustus 2025, pukul 09.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih seribu meter di atas puncak,” kata Mukdas.

Mukdas menambahkan bahwa erupsi tersebut menyemburkan abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 166 detik.

Gunung Semeru sebelumnya dilaporkan mengalami erupsi pertama pada Senin (25/8) pukul 06.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru saat itu Sigit Rian Alfian melaporkan bahwa erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 116 detik.

Gunung Semeru mengalami erupsi kedua pada Senin (25/8) pukul 07.22 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak.

Mukdas yang saat itu bertugas melaporkan bahwa erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 135 detik.

Berdasarkan keterangan dari aplikasi MAGMA Indonesia pada Senin (25/8), erupsi Semeru saat ini masih dalam status Waspada atau level II.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.

Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

“Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” ujar Yadi.

PVMBG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore