
Foto erupsi Gunung Semeru pada Kamis (24/7) pagi. (HO-PVMBG)
JawaPos.com – Gunung Semeru dilaporkan kembali mengalami erupsi sebanyak tiga kali dengan tinggi letusan yang semakin meningkat pada Senin (25/8) pagi.
Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut kini mengeluarkan letusan setinggi satu kilometer di atas puncak (Mahameru).
Dikutip dari situs berita ANTARA, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian memberikan laporan tertulis terkait erupsi tersebut yang diterima di Lumajang.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 25 Agustus 2025, pukul 09.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih seribu meter di atas puncak,” kata Mukdas.
Mukdas menambahkan bahwa erupsi tersebut menyemburkan abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 166 detik.
Gunung Semeru sebelumnya dilaporkan mengalami erupsi pertama pada Senin (25/8) pukul 06.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru saat itu Sigit Rian Alfian melaporkan bahwa erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 116 detik.
Gunung Semeru mengalami erupsi kedua pada Senin (25/8) pukul 07.22 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak.
Mukdas yang saat itu bertugas melaporkan bahwa erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 135 detik.
Berdasarkan keterangan dari aplikasi MAGMA Indonesia pada Senin (25/8), erupsi Semeru saat ini masih dalam status Waspada atau level II.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.
Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.
“Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” ujar Yadi.
PVMBG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
