
Ilustrasi orang menonton TV. (Freepik)
JawaPos.com-Sejumlah pengusaha hotel di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengeluhkan tentang lagu atau musik yang didengarkan lewat program TV di kamar hotel ditarik royalti oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional. Mereka sama sekali tidak menyangka LMKN sampai menarik sejauh itu melakukan penarikan royalti.
Keluhan tersebut kemudian direspons diwakili Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa. Dia memprotes kenapa royalti yang ditarik LMKN ke sejumlah hotel tanpa diketahui aturan teknis yang jelas dan dasar hukum yang kuat.
“Teman-teman hotel sudah komentar kalau hotel nggak mutar musik, tapi jawaban mereka, kan di kamar ada TV, dan TV itu bisa dipakai mendengarkan musik oleh tamu. Itu argumen mereka,” kata Adiyasa dilansir dari Lombok Post.
AHM protes karena LMKN secara mengejutkan tiba-tiba mengirimkan tagihan. Mereka menerima tagihan pembayaran royalti hampir bersamaan dengan viralnya sengketa royalti musik Mie Gacoan Bali, beberapa waktu lalu.
Bagi Asosiasi Hotel Mataram, alasan LMKN terkesan mengada-ada menarik royalti ke hotel-hotel dengan alasan ada televisi di kamar hotel dan tamu bisa mendengarkan musik dari tayangan televisi.
Yang juga dikeluhkan asosiasi, cara menagih LMKN ke sejumlah hotel di Mataram terkesan keras. I Made Adiyasa menganggap hal itu kurang etis.
“Dari cerita teman-teman, cara nagih seperti kita ini berutang besar. Ditanya kapan bayarnya, tanpa penjelasan rinci. Untuk sementara, saya minta anggota AHM minta ruang diskusi dulu kepada LMKN,” ungkap Adiyasa.
Made Adiyasa juga menyampaikan, royalti musik di hotel dihitung berdasar dengan jumlah kamar. Hotel dengan jumlah kamar 0–50 dikenai tarif lebih rendah dibandingkan dengan hotel yang memiliki jumlah kamar 50–100.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
