Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 19.03 WIB

BPIP Sosialisasikan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila ke Ratusan Guru SD dan SMP di Ambon

BPIP melakukan peluncuran dan sosialisasi Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada Guru SD dan SMP di Kota Ambon. (Istimewa) - Image

BPIP melakukan peluncuran dan sosialisasi Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada Guru SD dan SMP di Kota Ambon. (Istimewa)

JawaPos.com - Ambon kembali menunjukkan perannya sebagai kota toleransi dan keberagaman. Kali ini, ibu kota Provinsi Maluku itu menjadi tuan rumah peluncuran dan sosialisasi Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). 

Sosialisasi dilakukan kepada lebih dari 300 guru SD dan SMP se-Kota Ambon. Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar dalam membentuk karakter bangsa.

“Pancasila adalah pedoman hidup bangsa Indonesia. Ia harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan formal sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi penerus,” ujar Yudian.

Prof. Yudian mengatakan, Kota Ambon telah berhasil menerapkan nilai-nilai kebangsaan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi, Ambon telah dikenal sebagai kota musik, kota toleransi, dan kota keberagaman. 

"Nilai Pela Gandong adalah bukti bahwa Pancasila tidak hanya diajarkan, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ucap Yudian.

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyambut positif langkah BPIP dalam memperkuat pendidikan ideologi kebangsaan. Pendidikan Pancasila merupakan kunci membentuk generasi yang berkarakter kuat, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi toleransi.

Dia pun menyebut transformasi Ambon sebagai kota damai pasca konflik sosial menjadi bukti kuatnya nilai Pela Gandong yang selaras dengan Pancasila. "Ambon siap menjadi garda terdepan dalam gerakan ini," tegas Bodewin Wattimena.

Deputi Hubungan Antar Lembaga BPIP, Prakoso menyampaikan, terdapat 585 satuan pendidikan formal di Kota Ambon, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK dan SLB.

“Guru adalah kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Buku teks ini adalah alat bantu penting untuk menyampaikan nilai-nilai itu secara hidup dan aplikatif,” ujar Bodewin Wattimena.

Dia juga menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang dialogis, partisipatif, dan kontekstual, agar lebih relevan dengan zaman.

Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila ini telah ditetapkan sebagai bagian dari kurikulum wajib berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022. Sejak 2023, BPIP telah menerbitkan 24 buku teks, terdiri dari 12 buku untuk guru dan 12 buku untuk siswa dari jenjang PAUD hingga SMA.

Seluruh buku telah disahkan oleh SK Menteri Dikbudristek dan tersedia dalam format digital untuk memudahkan akses di seluruh Indonesia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore