
Ilustrasi bullying di sekolah. (Freepik).
JawaPos.com - Jauh dari ingar-bingar kota, SMPN 3 Doko yang berada di Desa Sumber Urip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim) mendadak jadi sorotan publik.
Video bullying yang terjadi di lingkungan sekolah itu viral di media sosial hingga mengundang banyak reaksi publik. Hal itu mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar menurunkan tim investigasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Adi Andaka menyampaikan bahwa tim investigasi yang diturunkan ke SMPN 3 Doko terdiri atas sekretaris dinas dan kepala bidang SMP.
Langkah itu ditempuh untuk memastikan proses pembelajaran tetap aman dan tidak terjadi insiden lanjutan. Dia mengakui, sepanjang 2025 sudah terjadi 3 kasus bullying di Blitar. Namun hanya kasus di SMPN 3 Doko yang viral.
”Anak didik adalah amanah bersama. Guru, orang tua, masyarakat harus bersinergi menjaga mereka agar tumbuh jadi generasi hebat, bukan generasi yang menyakiti,” ungkap Adi, sebagaimana dikutip dari Radar Blitar pada Rabu (23/7).
Menurut dia, kasus yang terjadi di SMPN 3 Doko sekaligus menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan di daerah-daerah yang jauh dari kota juga harus diperkuat.
Para siswa butuh pendidikan karakter yang baik. Sehingga mereka belajar dan tumbuh sebagai generasi yang berprestasi. Bukan menjadi siswa yang melakukan kekerasan.
Berdasar data, jumlah siswa di SMPN 3 Doko tidak banyak. Bahkan di kelas VII hanya ada 20 siswa. Mereka kini terbagi dalam 2 rombongan belajar (rombel) yang berbeda.
Idealnya, jumlah siswa yang sedikit membuat proses belajar mengajar semakin efektif. Bangunan hubungan sosial antar siswa dan pengajar juga bisa lebih dekat.
Namun, kasus bullying atau perundungan yang terjadi menunjukkan bahwa jumlah siswa yang sedikit tidak lantas membuat semua berjalan baik-baik saja.
Apalagi bila ditarik ke belakang, dua siswa yang terlibat sebagai pelaku dan korban merupakan teman sebaya. Mereka tinggal di dusun yang sama dan tumbuh bersama sejak anak-anak.
”Anak-anak itu semua masih kelas 7, dan berasal dari satu dusun. Mungkin karena terlalu dekat dan belum bisa mengelola perbedaan, terjadilah insiden itu,” kata Adi.
Perundungan yang viral tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (18/7). Persisnya setelah para siswa selesai mengikuti kegiatan kerja bakti.
Korban dan pelaku terlibat saling olok hingga salah seorang siswa berinisiatif mengajak ke salah satu sudut ruangan. Perundungan pun terjadi.
”Ini bukan hanya soal satu sekolah. Ini gambaran bagaimana kita harus memperkuat pendidikan karakter, terutama di sekolah-sekolah kecil seperti SMPN 3 Doko,” ungkap Adi.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
