Ilustrasi seorang bapak yang sedang menghangatkan diri (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Fenomena bediding atau cuaca dingin ekstrem yang kerap melanda Pulau Jawa saat musim kemarau membuat masyarakat mencari berbagai cara untuk tetap hangat.
Salah satu cara tradisional yang masih bertahan ialah dengan duduk di dekat luweng atau tungku yang bukan hanya digunakan untuk memasak, tetapi juga menjadi tempat menghangatkan badan bersama keluarga.
Menariknya, kebiasaan sederhana ini ternyata menyimpan manfaat psikologis yang tak banyak diketahui.
Menurut laporan Fox News pada Rabu (9/7), duduk di dekat api seperti pada tungku atau api unggun dapat memberikan efek terapeutik bagi kesehatan mental.
Dalam laporan yang merujuk pada jurnal Evolutionary Psychology, para peneliti menemukan bahwa paparan suara dan cahaya dari api menyala dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.
Artinya, berada di dekat api tidak hanya memberi rasa hangat secara fisik, tetapi juga menenangkan pikiran.
M. David Rudd, Ph.D., pakar psikologi dari University of Memphis, menjelaskan bahwa suasana alami di sekitar api membuat seseorang lebih rileks dan terbebas dari gangguan teknologi.
"Situasinya secara alami tidak mengancam dan justru mendorong interaksi sosial. Ada harapan implisit untuk saling terlibat dan berkomunikasi," ujarnya.
Hal ini sangat relevan dengan kebiasaan masyarakat Jawa, terutama di daerah pedesaan yang masih memanfaatkan luweng sebagai pusat aktivitas keluarga.
Di tengah suhu dingin akibat bediding, memasak sambil menghangatkan tubuh di dekat tungku kerap menjadi momen penuh keakraban yang mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Sementara itu, Jessica Cail, Ph.D., dari Pepperdine University, menambahkan bahwa api sering diasosiasikan dengan rasa aman dan nyaman.
Ia menyebut api sebagai pusat sosial tempat orang berkumpul untuk berbagi kehangatan dan cerita.
Tak heran jika suasana di sekitar api unggun dapat mendorong komunikasi sosial dan membantu meredakan perasaan negatif.
"Dengan adanya asosiasi positif ini, tidak mengherankan jika perasaan rileks dan aman dapat membantu memfasilitasi komunikasi sosial serta mengurangi perasaan negatif, baik yang diungkapkan secara langsung maupun tidak," jelas Cail.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
