
Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengatakan operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya bisa diperpanjang lebih dari 7 hari. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Hingga hari keempat pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Minggu (6/7), tim SAR gabungan baru mengevakuasi 37 korban.
Dengan rincian, 7 korban meninggal dunia dan 30 korban selamat. Sementara berdasarkan data Manifest, saat kejadian, KMP Tunu Pratama Jaya tengah membawa 65 orang, yakni 53 penumpang dan 12 kru kapal.
Menanggapi hal itu, Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengatakan bahwa berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan operasi SAR dilakukan selama 7 hari.
"Setelah masuk hari ketujuh, saya akan melaporkan ke koordinator pencarian, dalam hal ini Kepala Basarnas (Marsda TNI Mohammad Syafii)," tutur Eko dalam konferensi pers di ASDP Ketapang, Minggu (6/7).
Meski begitu, Eko menyebut kemungkinan operasi pencarian diperpanjang masih terbuka. Misalnya karena pertimbangan keluarga dan temuan di lapangan yang mengarah pada keberadaan korban lainnya.
"Bahwa pertimbangan keluarga, banyaknya diduga, saya mohon koordinator pencarian untuk (operasi pencarian korban KMP Tunu) diperpanjang, dan beliau akan melaporkan ke Kementerian Perhubungan," sambungnya.
Eko juga menyampaikan bahwa dengan temuan satu jenazah laki-laki yang mengambang di perairan Selat Bali pada minggu (6/7) sekitar pukul 10.14 WITA. Pihaknya akan menggunakan metode penyelaman.
"Tadi dari TNI Angkatan Laut sudah menyampaikan, akan secepat mungkin (operasi pencarian dengan penyelaman) atau kegiatan bawah air dilaksanakan," ujarnya.
Namun sebelum itu, tim SAR gabungan memerlukan data valid tentang kontur bawah air dan data demografi. Data-data ini diperlukan untuk mengambil langkah selanjutnya, seperti peralatan dan metode yang digunakan.
"Sehingga kita bisa mengambil langkah-langkah, berapa kedalamannya, alat yang perlu disiapkan seperti apa, dan metode yang akan digunakan. Begitu (titik kapal) divalidasi dan lebih akurat, kita akan mengevaluasi segera," tukas Eko.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569. (*)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
