
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Sejak kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4), Tim SAR Gabungan berjibaku sampai pukul 08.00 WIB pagi tadi (28/4). Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii menyatakan bahwa seluruh korban sudah berhasil dievakuasi dan operasi SAR dinyatakan selesai.
”Alhamdulillah atas kerja sama dari seluruh unsur, bahwa operasi SAR bisa kami laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan. Dan tadi pagi pukul 08:00 WIB sudah selesai, seluruh Tim SAR kami kembalikan ke home base masing-masing,” kata Syafii.
Proses evakuasi korban butuh waktu sampai belasan jam karena Tim SAR Gabungan mengupayakan evakuasi korban yang terjepit dalam gerbong. Di antara 7 korban yang berhasil dievakuasi, 5 diantaranya berhasil diselamatkan. Sementara 2 korban lainnya meninggal dunia.
”Mungkin ada sempat dipertanyakan kenapa kereta atau lokomotif tidak langsung ditarik bersamaan dengan gerbong. Saya sampaikan bahwa pada saat itu memang ada 5 korban yang masih dalam kondisi terjepit,” imbuhnya.
Berdasar laporan yang tercatat dari jam ke jam, korban pertama berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 02.42 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk diidentifikasi oleh petugas medis.
Pada pukul 04.17 WIB, seorang korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Proses evakuasi kemudian berlanjut sampai pada pukul 05.49 WIB petugas berhasil menyelamatkan korban atas nama Ata (30).
Kemudian pada pukul 05.59 WIB seorang korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Tidak berselang lama, pada pukul 06.25 WIB tim berhasil menyelamatkan Mia (26) dan pada pukul 06.55 WIB korban selamat atas nama Siti Fatonah (47) berhasil dikeluarkan.
Tidak berhenti sampai di situ, evakuasi yang berlangsung lebih dari 10 jam kembali membuahkan hasil. Pada pukul 07.25 WIB, seorang korban selamat lainnya atas nama Endang Kuswati (40) juga berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan penanganan medis.
”Saya sampaikan bahwa saya pastikan sudah tidak ada korban yang kami temukan. Namun dalam proses pembersihan bangkai kereta andai saja ditemukan sekecil apa pun body part dari tubuh, tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur dan itu memang harus kami lakukan,” ujar Syafii.
Kecelakaan kereta yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB melibatkan KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Akibatnya, puluhan penumpang mengalami luka-luka dan 14 korban dilaporkan meninggal dunia. Untuk membantu proses evakuasi, Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, serta tim khusus Basarnas Special Group (BSG) mengerahkan 30 personel.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022