Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juni 2025 | 18.18 WIB

Kerja Sama Dedi Mulyadi dan TNI AL untuk Lestarikan Laut, Apa Saja Programnya?

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menjalani kerja sama bidang kelautan dan kemaritiman. (TNI AL)  - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menjalani kerja sama bidang kelautan dan kemaritiman. (TNI AL) 

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Provinsi Jawa Barat dengan TNI Angkatan Laut di Markas Besar TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (25/6) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa kerjasama ini merupakan langkah penting untuk menjaga kelestarian sungai dan laut.

"Komitmen kami kerjasama dengan TNI AL ingin mengembalikan seluruh aliran sungai yang berasal dari gunung dan sampai ke laut dan kemudian memuliakan laut. Tradisi memuliakan gunung itu adalah yang ada yang disebut dengan hajat bumi atau seret laut. Kemudian tradisi memuliakan laut disebutnya adalah hajat laut," kata Dedi Mulyadi seperti diunggah pada akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.

Dia pun mengingatkan kembali filosofi dari leluhur Sunda yakni hajat laut dan menyoroti proses bersedekah pada laut merupakan proses menghormati alam. Artinya, sebagai masyarakat juga tak hanya mengambil yang ada di laut, melainkan juga memberi.

"Bersedekah itu akan melahirkan biota laut. manakala Aspek-aspek sedekah sesajennya itu bisa melahirkan aspek-aspek bagi tumbuhnya berbagai mikro, organisme, dan biota laut. Sesungguhnya perspektif itulah yang ada dalam rumpun kita," jelas dia.

Sementara itu, dia juga mengungkapkan sejumlah program yang akan dibawa dari kolaborasi pihaknya dengan TNI AL, salah satunya yakni normalisasi dan penjagaan sungai. "Harus ada penjaganya. Maka nanti akan saya hitung berapa kilometer adalah sungai itu harus berapa yang berpatroli di situ," jelas dia.

Selain itu, fokus selanjutnya yakni untuk membangun landasan-landasan pesawat kecil. Tujuannya untuk patroli laut, mobilitas logistik, hingga mempercepat membawa masyarakat yang sakit.

"Tujuannya untuk apa? Satu patroli laut yang apabila memantau apabila ada sampah bisa dilihat dalam jarak lebih dekat dengan pesawat kecil. Kemudian yang berikutnya ketika ada rencana mobilisasi logistik akan dilakukan dengan cepat," ungkap eks Bupati Purwakarta ini.

"Kemudian yang berikutnya adalah ketika ada masyarakat yang sakit maka nanti pesawat kecil bisa mengambil pasien untuk dibawa ke rumah sakit dalam waktu cepat," tutup dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore