
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, dampingi Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, keliling Lembur Pakuan. (Instagram @dedimulyadi71)
JawaPos.com - Larangan bagi sekolah di Jawa Barat untuk mengadakan study tour hingga wisuda memang mendapatkan pro dan kontra. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun buka suara terkait penerapan larangan ini.
"Makanya, kenapa sekolah enggak boleh sama saya bikin study tour. Kenapa? kasian. Walaupun tidak diwajibkan, anak kita tersiksa itu. Orang pergi piknik, study tour, (dia) nggak kebawa, melamun hidupnya minder," kata Dedi Mulyadi saat Nganjang ka Warga di Bekasi seperti dilihat pada akun YouTube Humas Jabar, Rabu (26/5).
Dia menekankan, daripada menyebabkan anak-anak yang kurang mampu minder, ingin piknik, dan kemudian memaksakan orang tua, lebih baik study tour tidak diadakan. Sementara, orang kaya bisa melakukan study tour tanpa melibatkan sekolah.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga menyinggung perihal penyelenggaraan wisuda di mana siswa diharuskan membayar.
Bahkan, para siswa sering kali diminta menggunakan kebaya dan baju baru sehingga membuat mereka kembali minder. "Kebaya Rp 600 ribu, bank emok (rentenir) lagi," tukas Dedi Mulyadi.
Terlebih, eks Bupati Purwakarta ini mengungkapkan bahwa sang orang tua sering kali diharuskan ikut, sehingga mengharuskan mengeluarkan uang yang lebih lagi.
"Di sekolahnya minder, harus ngumpulin hadiah buat gurunya, minder lagi," papar Dedi Mulyadi.
Alhasil, daripada terus-terusan minder, sebaiknya wisuda tak diadakan sama sekali. "Outing class, udah bikin jaket, enggak usah, bikin minder," jelas Dedi Mulyadi.
Kini, pihak sekolah harus memfokuskan siswanya untuk kegiatan belajar mengajar. Jika memang orang kaya ingin melakukan kegiatan, silakan membuat kegiatan sendiri tanpa mengajak yang tidak mampu.
"Karena orang miskin nanti tidak bisa ngikutin gayanya orang kaya, akhirnya banyak anak-anak orang miskin bergaya orang kaya," tegas Dedi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
