Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 17.31 WIB

Alasan Dedi Mulyadi Tolak Study Tour Sekolah: Anak Kurang Mampu Tersiksa, Hidupnya Minder

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, dampingi Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, keliling Lembur Pakuan. (Instagram @dedimulyadi71) - Image

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, dampingi Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, keliling Lembur Pakuan. (Instagram @dedimulyadi71)

JawaPos.com - Larangan bagi sekolah di Jawa Barat untuk mengadakan study tour hingga wisuda memang mendapatkan pro dan kontra. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun buka suara terkait penerapan larangan ini.

"Makanya, kenapa sekolah enggak boleh sama saya bikin study tour. Kenapa? kasian. Walaupun tidak diwajibkan, anak kita tersiksa itu. Orang pergi piknik, study tour, (dia) nggak kebawa, melamun hidupnya minder," kata Dedi Mulyadi saat Nganjang ka Warga di Bekasi seperti dilihat pada akun YouTube Humas Jabar, Rabu (26/5).

Dia menekankan, daripada menyebabkan anak-anak yang kurang mampu minder, ingin piknik, dan kemudian memaksakan orang tua, lebih baik study tour tidak diadakan. Sementara, orang kaya bisa melakukan study tour tanpa melibatkan sekolah.

Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga menyinggung perihal penyelenggaraan wisuda di mana siswa diharuskan membayar. 

Bahkan, para siswa sering kali diminta menggunakan kebaya dan baju baru sehingga membuat mereka kembali minder. "Kebaya Rp 600 ribu, bank emok (rentenir) lagi," tukas Dedi Mulyadi.

Terlebih, eks Bupati Purwakarta ini mengungkapkan bahwa sang orang tua sering kali diharuskan ikut, sehingga mengharuskan mengeluarkan uang yang lebih lagi.

"Di sekolahnya minder, harus ngumpulin hadiah buat gurunya, minder lagi," papar Dedi Mulyadi.

Alhasil, daripada terus-terusan minder, sebaiknya wisuda tak diadakan sama sekali. "Outing class, udah bikin jaket, enggak usah, bikin minder," jelas Dedi Mulyadi.

Kini, pihak sekolah harus memfokuskan siswanya untuk kegiatan belajar mengajar. Jika memang orang kaya ingin melakukan kegiatan, silakan membuat kegiatan sendiri tanpa mengajak yang tidak mampu.

"Karena orang miskin nanti tidak bisa ngikutin gayanya orang kaya, akhirnya banyak anak-anak orang miskin bergaya orang kaya," tegas Dedi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore