
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Maria Ernawati (kanan). (Juliana Christy / JawaPos.com)
JawaPos.com– Bonus demografi menjadi peluang emas bagi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Namun peluang ini tidak akan berarti tanpa kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Pengendalian jumlah penduduk di Jatim sendiri sudah menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020, angka Total Fertility Rate (TFR) Jatim telah mencapai 1,97. Artinya, rata-rata perempuan di Jatim hanya memiliki dua anak selama usia reproduktifnya.
“Kalau kita bicara pengendalian penduduk, itu sudah tercapai. Dua anak cukup. Fokus kita sekarang beralih ke peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Maria Ernawati, dalam kegiatan Diskusi Santai Bareng Awak Media bertema “Analisis Tenaga Kerja Menyongsong Bonus Demografi” yang digelar di Surabaya, Jumat (20/6).
Ia menekankan bahwa bonus demografi—di mana jumlah usia produktif lebih besar dari nonproduktif—bukanlah hadiah otomatis. Jika tidak dipersiapkan, kondisi itu justru bisa menjadi beban pembangunan. “Namanya bonus, tapi bukan berarti datang dengan sendirinya. Harus kita siapkan, terutama dari sisi kualitas SDM dan tenaga kerja,” tegas Maria.
Kesiapan tenaga kerja menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Ketua Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Jatim, Syafi’i, mengingatkan pentingnya pelatihan dan pendidikan vokasi untuk generasi muda agar siap memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif. “Anak-anak muda harus dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Kalau tidak, bonus demografi akan lewat begitu saja,” ujarnya.
Senada, Ketua Tim Kerja Humas dan Informasi Publik BKKBN Jatim Taufik Daryanto menambahkan, bahwa peran keluarga menjadi kunci pembentukan karakter dan kompetensi generasi muda sejak dini. “Pendidikan bukan hanya di sekolah, tapi juga di rumah. Inilah pentingnya pembangunan keluarga,” ujarnya.
Maria juga mengajak media untuk terlibat aktif menyuarakan pentingnya perencanaan keluarga dan pembangunan SDM sebagai bagian dari strategi besar menghadapi bonus demografi. “Kami harap teman-teman media bisa membantu menyebarkan pesan ini: dua anak cukup, dan mari siapkan generasi unggul,” tuturnya.
Ia juga menyinggung perubahan struktur kelembagaan BKKBN yang kini menjadi bagian dari kementerian. “Tugas kami kini lebih besar. Fokus kami jelas: kependudukan dan pembangunan keluarga,” tandas Maria.
Diskusi ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan kolaborasi antara Perwakilan BKKBN Jatim dan insan media, demi memastikan peluang bonus demografi benar-benar memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
