Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 13.09 WIB

Pemprov Jabar Tangguhkan Subsidi Transjabodetabek, Utamakan Kebutuhan Warga

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara)

JawaPos.com–Layanan Transjabodetabek saat ini telah beroperasi menghubungkan Jakarta dengan sejumlah sebagian wilayah Jawa Barat (Jabar). Seperti Bogor, Depok, dan Bekasi.

Saat ini Pemprov DKI masih menanggung sendiri subsidi yang dikeluarkan untuk Transjabodetabek. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengaku masih mempertimbangkan apakah akan ikut membiayai operasional layanan tersebut. Pihaknya masih perlu mengkaji urgensi dan kebutuhan warga terhadap layanan tersebut.

Dedi menegaskan, alokasi anggaran subsidi bukan hal yang bisa diputuskan gegabah. Kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta akan dipertimbangkan hanya jika benar-benar mendesak dan menyentuh kepentingan warga Jabar secara langsung.

“Urgensinya, kalau memang itu juga harus dilakukan kerja sama dengan Pemprov (Jabar), Pemprov memberikan subsidi. Kalau urgensinya itu adalah hal mendasar, kita tidak ada masalah. Tetapi kalau bukan urgensinya kita akan memprioritaskan hal-hal yang lebih mendasar,” ujar Dedi Mulyadi usai menghadiri Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) di Jakarta Pusat, Selasa (17/6).

Dedi juga menggarisbawahi bahwa kondisi masyarakat Jawa Barat berbeda jauh dengan warga Jakarta. Dengan jumlah penduduk sekitar 50 juta jiwa, sebagian besar wilayah Jabar masih berupa pedesaan yang memerlukan pendekatan infrastruktur berbeda.

“Kalau di Jakarta kita bicara Transjakarta, tetapi kita harus juga bicara Jawa Barat itu adalah desa. Saya mendorong anak-anak sekolah pergi ke sekolah untuk tidak bawa kendaraan bermotor saja,” ucap Dedi.

Dedi lebih memilih fokus pada solusi transportasi untuk pelajar di wilayah terpencil. Pengadaan bus sekolah gratis jauh lebih relevan dibanding ikut menyuntik subsidi ke Transjabodetabek.

“Ke depan harus saya pikirkan bus sekolah bagi mereka, alat transportasi publik, karena mereka jarak ke sekolahnya jauh. Kan beda, kan kita ini nanganin daerah-daerah yang hari ini masih terisolasi dan terpencil,” jelas Dedi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore