
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta maaf jika dianggap sombong saat dirinya membutuhkan waktu sendiri. (Instagram @dedimulyadi71)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi saat ini menjadi sosok yang dikenal tidak hanya oleh masyarakat di Jabar sendiri.
Karena keaktifannya di berbagai platform media sosial (medsos), Dedi Mulyadi berhasil meraih popularitas yang tak terbendung.
Hal tersebut juga disinyalir bakal menjadi modal baginya untuk tahun politik pada 2029 mendatang.
Sudah banyak yang mewanti-wanti bahwa dirinya akan melenggang ke kekuasaan lebih tinggi bermodalkan popularitasnya yang dibangun saat ini.
Dedi Mulyadi juga tak segan turun langsung dan menyapa masyarakat. Namun pada waktu-waktu tertentu, disampaikan sendiri oleh dirinya, dia bakal jadi orang yang sombong, tak menghiraukan sapaan warga saat sedang berolahraga.
Dirinya memang biasa berolahraga di sekitar kediamannya di Lembur Pakuan yang berlokasi di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Dedi Mulyadi meminta kepada masyarakat agar memberinya waktu dan ruang untuk dirinya sendiri terutama dalam menjaga kesehatan.
Dia juga meminta maaf jika dirinya tidak melayani permintaan berfoto atau meladeni pertanyaan masyarakat ketika berolahraga.
"Mohon maaf ya pada siapapun yang sering bertemu dengan saya pada saat pagi saya bersepeda dan mendengarkan musik. Pada saat bersepeda itu kadang saya seperti kelihatan sombong, jujur aja saya memang lagi sombong," ucap Dedi Mulyadi melalui unggahan videonya di Instagram @dedimulyadi71.
Dedi mengatakan, hal itu dilakukannya demi dirinya sendiri agar bisa berelaksasi menikmati waktu, di mana jam itu hanya untuk dirinya sendiri. Yakni mulai pukul 05.00 pagi sampai jam 08.00 serta Minggu bisa sampai pukul 10.00.
Di luar jam tersebut, kata Dedi, dirinya bukan lagi melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri, melainkan menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah yang melayani masyarakat.
"Karena di luar itu bukan untuk diri saya sendiri, saya untuk banyak orang. Tetapi kan saya melayani orang lain itu juga diri saya harus sehat," ungkapnya.
Sebab, jika dirinya tidak sehat atau jatuh sakit, akan mempengaruhi tugasnya sebagai gubernur karena tidak maksimal melayani warganya.
"Saya tidak mungkin berpikir, bertindak untuk kepentingan orang lain tidak dalam keadaan sehat, untuk itu mohon pada semuanya maaf banget kalau saya sombong, kalau saya angkuh, kalau saya cuek pada saat jam, memang jam itu untuk jam diri saya sendiri demi kesehatan diri saya dan badan saya yang sehat," jelas kepala daerah berusia 54 tahun tersebut.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
