Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 03.39 WIB

19 Korban Tewas Tambang Galian Gunung Kuda Cirebon Telah Ditemukan, 6 Lainnya Masih Hilang

Longsor terjadi di Tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (30/5). (dok. BNPB) - Image

Longsor terjadi di Tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (30/5). (dok. BNPB)

JawaPos.com - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan kembali berhasil menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban longsor yang terjadi di kawasan tambang galian C Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Minggu (1/6). Sehingga, jumlah korban meninggal dunia tercatat hingga pukul 17.00 WIB mencapai 19 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan temuan korban jiwa itu setelah tim SAR melanjutkan upaya pencarian dan evakuasi terhadap longsor tambang galian C Gunung Kuda.

"Berhasil mengevakuasi dua korban dari delapan warga yang terdata dan dilaporkan hilang oleh keluarganya," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Minggu (1/6).

Berdasarkan hasil identifikasi, dua korban yang ditemukan itu beridentitas, Nalo Sanjaya, 53, asal Kelurahan Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Serta, Wahyu Galih, 26, asal Kelurahan Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 19 korban meninggal dunia dan enam warga masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

"Kerugian materiil tercatat sebanyak empat unit alat berat ekskavator dan tujuh unit mobil truk tertimbun longsor," ungkap Muhari.

Operasi pencarian dan penyelamatan korban masih menjadi prioritas penanganan darurat saat ini. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Cirebon, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan warga masih terus melakukan pencarian.

Ia pun memastikan, BNPB tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan pasca terjadinya peristiwa longsor. Terutama bagi para Tim SAR gabungan yang sedang melakukan operasi pencarian dan pertolongan untuk tetap memprioritaskan keselamatan mengingat masih berpotensi terjadinya bencana susulan.

Sementara itu, bagi warga yang tinggal di dekat lereng tebing dan pinggir sungai, pantau secara berkala kondisi tanah yang ada di sekitar rumah dan debit air disekitar aliran sungai.

"Warga juga diminta melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan terus menerus selama dua jam atau lebih," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore