Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 00.21 WIB

Mengenal SMPN 3 Putik, Sekolah Ramah Lingkungan Binaan Medco Energi di Kepulauan Anambas Kepri, Mampu Kurangi Volume Sampah hingga 40 Persen

Siswa SMPN 3 Putik Kepulauan Anambas, Kepri, merawat tanaman dan menghias taman di sekolahnya. (Medco E&P Natuna) - Image

Siswa SMPN 3 Putik Kepulauan Anambas, Kepri, merawat tanaman dan menghias taman di sekolahnya. (Medco E&P Natuna)

JawaPos.com – Lingkungan sekolah di SMPN 3 Putik, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, berubah drastis dalam kurun 10 tahun.

Kini sekolah itu tampak hijau dengan beragam tanaman dan pepohonan di hampir setiap sudut dan lahan sekolah. Lingkungannya juga terlihat bersih dari sampah.

Siti Kamilah, guru di SMPN 3 Putik, menjadi salah satu motor perubahan di sekolah itu. Dia menggerakkan para siswa, juga sesama guru untuk menjadikan SMPN 3 Putik lebih hijau.

Lewat program sekolah Adiwiyata yang digagas oleh Medco E&P Natuna Ltd, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco Energi), Siti dan warga sekolah menyulap SMPN 3 Putik menjadi lebih nyaman untuk tempat belajar.

Berbagai kemajuan telah dihasilkan selama satu dekade perjalanan program itu di SMPN 3 Putik maupun sekolah-sekolah lainnya.

’’Dari sekolah yang dahulu gersang dan tidak tertata, kini berubah menjadi pusat pembelajaran yang hijau, bersih, dan membanggakan,’’ terang Siti saat sesi diskusi di Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2025, di ICE BSD, Tangerang, Selasa (20/5).

Siti menjelaskan, SMPN 3 Putik merupakan salah satu sekolah binaan yang telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten, serta menorehkan berbagai prestasi di bidang edukasi dan inovasi lingkungan.

Dia menuturkan, sejumlah perubahan signifikan terjadi setelah adanya program Sekolah Adiwiyata di Anambas, khususnya di SMPN 3 Putik.

’’Volume sampah berkurang hingga 40 persen, penghematan listrik dan air mencapai 25 persen, dan ekosistem pesisir mulai dipulihkan dengan penanaman 200 bibit mangrove. Selain itu, siswa dan guru menunjukkan peningkatan partisipasi dalam aksi-aksi lingkungan berskala lokal hingga nasional,’’ jelas Siti.

Manager Field Relations & Community Enhancement Block B Medco E&P Natuna Kemal A. Massi menjelaskan, melalui Sekolah Adiwiyata, pihaknya berupaya membangun generasi peduli lingkungan di Kepulauan Anambas. Wilayah terluar Indonesia yang terletak di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

’’Melalui inisiatif yang telah berlangsung sejak 2015 ini, Medco Energi bersama berupaya untuk mendukung terwujudnya sekolah yang ramah lingkungan dan berdaya saing yang melahirkan generasi peduli lingkungan,’’ ujar Kemal.

Program Sekolah Adiwiyata dijalankan melalui pendekatan pelatihan guru, fasilitasi sarana-prasarana ramah lingkungan, dan integrasi isu lingkungan dalam kurikulum.

Kemal memastikan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas dampak positif program tersebut dengan menjangkau lebih banyak sekolah.

Dia meyakini, melalui program pengembangan masyarakat (PPM) di sektor pendidikan dan lingkungan hidup, nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat sekitar akan terwujud.

’’Sekolah adalah titik awal membentuk karakter generasi masa depan yang sadar dan peduli terhadap keberlanjutan,’’ lanjut Kemal.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore