
Ilustrasi lahan makam di tempat pemakaman umum di Surabaya yang semakin terbatas. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Warga di Bantul, Jogjakarta, kembali digegerkan dengan aksi perusakan makam yang terjadi di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU). Setelah sebelumnya warga Ngentak, Baturetno, Banguntapan dibuat heboh dengan kejadian serupa, kini insiden perusakan makam kembali terjadi di TPU Jaranan RT 01, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
Kejadian ini sontak membuat warga cemas dan bertanya-tanya mengenai motif pelaku.
Dalam peristiwa di TPU Jaranan, diketahui dua makam yang menjadi sasaran perusakan adalah makam almarhum Sugiman warga Dusun Jaranan, dan almarhum R. AL Cahyono Nugroho L warga Dusun Kweni, Panggungharjo.
"Terdapat empat TPU yang ada di Dukuh Jaranan, hanya ada satu TPU yang terjadi perusakan," kata Kepala Seksi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry sebagaimana dikutip dari Radar Jogja Jawa Pos Group, Selasa (20/5).
Jeffry menambahkan, pola perusakan yang terjadi di TPU Jaranan mirip dengan kasus sebelumnya di TPU Ngentak. Kedua makam yang dirusak di Jaranan merupakan makam non-muslim dan memiliki tanda salib. Hal ini menimbulkan dugaan adanya motif intoleransi, meskipun pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut.
Kronologi kejadian bermula pada Rabu (14/05) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Bela Therecia Isabela, 47, yang merupakan keluarga dari almarhum Sugiman, menemukan papan nama pada batu nisan makam keluarganya telah terlepas. Merasa ada yang tidak beres, Bela melakukan pengecekan lebih lanjut di sekitar lokasi.
"Setelah dicek kembali, Bela menemukan potongan batu nisan milik orang lain yang dirusak dan dibuang di sekitar makam," ujar Jeffry.
Temuan ini kemudian diperkuat setelah Bela melihat berita serupa yang beredar di media sosial mengenai perusakan makam di wilayah Banguntapan. Tidak tinggal diam, Bela segera menghubungi Suharno, 60, juru kunci TPU Jaranan, untuk melaporkan kejadian tersebut.
"Suharno selaku juru kunci langsung mendatangi makam untuk mengecek kebenaran dari laporan yang ada," ucap Jeffry.
Setelah dilakukan pengecekan oleh juru kunci, benar ditemukan adanya kerusakan pada dua makam. Kasus ini pun segera dilaporkan ke pihak kepolisian agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Jeffry mengungkapkan bahwa pihaknya juga menerima laporan tambahan dari warga mengenai dugaan perusakan makam lain di wilayah Ironayan. Polres Bantul saat ini terus melakukan pendalaman terkait motif pelaku dan apakah insiden ini dilakukan oleh satu orang atau lebih.
"Sampai saat ini masih dalam proses pengecekan terlebih dahulu, apakah benar adanya kejadian yang sama," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
