
Guru Biologi di SMA Negeri Cililin Kabupaten Bandung Barat yang memberikan tugas kepada siswanya untuk menggambar alat kelamin. (TikTok @mulut_netizen)
JawaPos.com - Viralnya konten guru biologi di SMA Negeri Cililin bernama Wety Yuningsih, yang memberi tugas kepada siswanya untuk menggambar alat kelamin, menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.
Pakar Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Holy Ichda Wahyuni menilai konten yang dibuat Wety dapat memicu kontroversi, lantaran edukasi seksual yang masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Tapi, bukan berarti langkahnya boleh di-bully. khususnya erkait keputusannya meminta menggambar alat reproduksi. “Saya melihat isi kolom komentar sedikit miris, banyak tudingan dengan kata-kata tidak senonoh terhadap guru tersebut," tutur Holy, Rabu (30/4).
Menurut dia, apabila dikaitkan dengan konteks pembelajaran, permintaan menggambar alat kelamin dalam mata pelajaran Biologi merupakan bagian dari pendekatan visual untuk memahami anatomi tubuh manusia.
“Nah, jika situasinya guru menyampaikan ini secara ilmiah, edukatif, dan sesuai dengan usia perkembangan peserta didik, maka tindakan itu masuk dalam ranah pendidikan, bukan pelanggaran etika,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Holy mengingatkan masyarakat untuk lebih bijaksana. Penting untuk melihat konteks, pendekatan, dan tujuan dari pembelajaran secara objektif, sebelum memberikan sebuah penilaian.
"Dari sini, tudingan tidak senonoh yang ditujukan ke guru, sebenarnya siapa yang lebih layak dianggap sebagai pelaku pelecehan seksual? Sang guru atau mereka yang menghakimi,” tanya Holy.
Sebelumnya, beredar luas di media sosial konten video seorang guru di SMA Negeri Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang menyuruh siswa-siswinya untuk menggambar alat kelamin di ujian biologi.
"Ini loh anak baik, ulangan sendiri, gurunya ngapain. Ih keren banget," ujar Wety sambil memperlihatkan momen siswanya yang sedang fokus menggambar, dikutip dari TikTok @mulut_netizen, Rabu (30/4).
Dalam video amatir berdurasi 30 detik tersebut, sang guru juga menunjukkan jejeran handphone dan buku milik siswa yang dikumpulkan di meja guru. Sontak, video yang dibuat Wety tersebar luas dan menuai kontroversi.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
