Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 April 2025 | 23.37 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Anak yang Mengkritiknya Dibuli Netizen: Orang Lagi Susah

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat berdebat dengan remaja soal wisuda sekolah. (Instagram @dedimulyadi71) - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat berdebat dengan remaja soal wisuda sekolah. (Instagram @dedimulyadi71)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terlibat debat panas dengan Aura, anak lulusan SMA yang mengkritik kebijakannya soal larangan wisuda dan perpisahan sekolah. Banyak orang kini membuli Aura usai debat dengan Dedi.

Menurut Dedi, di balik ramainya serangan warganet terhadap anak lulusan SMA yang mengkritik kebijakan larangan acara perpisahan itu karena saat ini banyak orang sedang kesulitan secara ekonomi.

"Terima kasih ya sudah mengkritik saya, makanya saya undang. Saya terima kasih kritiknya," ujar Dedi Mulyadi dalam pernyataannya di YouTube, dikutip Minggu (27/4).

"Cuma kenapa kritiknya menjadi dibully banyak orang? Karena itu tadi, orang lagi susah-susahnya cari duit, nggak mampu bayar wisuda, nggak mampu bayar perpisahan, ini malah teriak-teriak pengen wisuda dan perpisahan diadain lagi," tegasnya.

Mantan Bupati Purwakarta itu mengungkapkan kondisi berat yang tengah dihadapi banyak keluarga di Jawa Barat, terutama terkait dengan biaya pendidikan.

Ia menyebutkan bahwa masih banyak siswa yang menunggak pembayaran baju sekolah, bahkan ijazah mereka tertahan karena masalah keuangan.

"Saya kasih tahu kembali, yang nunggak ijazah di Jawa Barat itu sangat banyak. Total tagihan yang harus dibayar pemerintah provinsi mencapai 1,3 triliun rupiah," kata Dedi.

Ia menegaskan, angka tersebut kini menjadi beban pemerintah dan akan diatur melalui bantuan BPMU.

Lebih jauh, Dedi menjelaskan bahwa dana sebesar 1,3 triliun tersebut seharusnya bisa digunakan untuk membangun infrastruktur penting seperti jalan dan jaringan irigasi di daerah seperti Bekasi.

Namun realitas di lapangan justru memperlihatkan masyarakat yang tetap ingin mengadakan acara perpisahan sekolah, meskipun kondisi ekonomi belum memungkinkan.

Menutup pernyataannya, Dedi kembali mengucapkan rasa terima kasih atas kritik yang diberikan. Ia juga menyebutkan telah membantu anak yang mengkritiknya dengan memberikan bantuan untuk biaya kontrakan.

"Saya bersedia dikritik, dan yang mengkritik saya undang. Yang mengkritik saya bantu juga untuk kontrakan. Gitu ya," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore