
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadu ke Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya padi serentak di Majalengka, Senin (7/4). (YouTube Setpres)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengkonfrontasi dua pihak terkait dugaan pemotongan uang kompensasi untuk sopir angkot sebesar Rp 200 ribu. Dalam pertemuan tersebut, Dedi langsung menanyakan kejelasan soal siapa yang memerintahkan pungutan tersebut.
Diketahui bahwa Emen yang menagih uang untuk pemotongan uang kompensasi mengaku diperintah oleh Ketua KKSU Nandar. Kini, keduanya dikonfrontasi Dedi Mulyadi. “Jadi Emen memungut uang inisiatif sendiri atau disuruh?” tanya Dedi.
“Disuruh,” jawab Emen lugas. “Yang nyuruh Dado atas suruhan Pak Nandar. Minta langsung, katanya 'Pak Emen gening anak buah Pak Emen mah kalabur. Pang koordinatorkeun ku Pak Emen’,” jelasnya, menirukan permintaan potongan dana.
Dedi pun kemudian berbalik ke Nandar. “Gitu, Pak Nandar. Nyuruh enggak ke si Dado?”
Nandar mengelak, “Teu rumaos (nggak merasa).”
Namun, Dedi terus menekan, mengungkap karena sebelumnya Nandar mengakui ada permintaan dari Sekjen Organda agar dana kompensasi dipotong Rp 200 ribu untuk biaya koordinasi.
“Untuk menerjemahkan itu agar ada biaya koordinasi, nyuruh siapa?” tanya Dedi.
Nandar akhirnya menyebut dua nama: Saeful dan Deon.
“Oh, Saeful sama Deon akhirnya nyuruh Dado?” timpal Dedi.
“Kayaknya mah gitu,” jawab Nandar, seolah mulai mengakui jalur instruksi tidak langsung tersebut.
Konfrontasi ini membuka jalur komunikasi yang semula simpang siur, dan memperjelas alur instruksi soal pemotongan dana sopir angkot yang sempat jadi polemik.
Sebelumnya, pemotongan dana kompensasi untuk sopir angkot jalur Puncak Bogor terus disorot Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Meski telah memanggil berbagai pihak terkait, masalah ini belum juga tuntas.
Kini, Dedi mendapatkan informasi baru terkait sosok yang diduga menjadi otak di balik pemotongan dana tersebut.
Dalam pertemuan terbaru, Dedi berdialog langsung dengan Nandar, pria yang sebelumnya sering disebut oleh sopir angkot Emen saat ditanya soal aliran dana kompensasi yang dipotong.
Kepada Dedi, Nandar mengaku sebagai Ketua KKSU (Kelompok Kerja Supir Usaha) Jalur Cisarua 02A yang membawahi sekitar 480 unit angkot dan dibantu lima orang dalam timnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
